“Meet in Love Final Chapter” Ajang Untuk Penulis Muda Berbakat

_

Penerbit Lovabele dan Romancirius menggelar Meet In Love Final Chapter di Gramedia Depok, sabtu 25 Februari 2017. Dalam acara ini didatangkan 4 penulis muda untuk berbagi cerita mengenai pengalamanya dalam menulis.

“Hari ini acaranya seru banget, pecah banget ini meet and love ke 3, sebelumnya juga lebih rame yang ke dua dan nanti akan ada meet and love selanjutnya,” kata Arbin, Kordinator Acara.

Acara yang sudah berlangsung ketiga kalinya, diharapkan akan terus berlanjut dan untuk menjaring para penulis muda baru yang berbakat.

Acara ini  menampilkan empat penulis muda yaitu Hana Margaretha denganpenulis  buku Shaindan, Mayang Aeni penulis buku Knock Me Out, Jealoucy dengan buku Heartbeat dan Junieloo dengan buku Adore You Doctor. Dari salah satu novel tersebut dalam 1 bulan sudah dua kali dicetak  ulang,  dan didistribusikan ke salah satu minimarket di Indonesia.

Novel Shaidan sendiri menceritakan kisah  Aidan dan Shanun,  Aidhan merepresentasikan tokoh cowok sekarang  yang cool, dingin, kalem. Sedangkan Shanin, gadisnya, lebih friendly,  suka berteman dengan banyak orang.  Dua karakter berbeda itu bisa buat mereka jatuh cinta.

Knock me out, menggambarkan cinta segitiga dan perselingkuhan.

Heartbeat agak sedikit trailer fantasi. Ada dua  tokoh di dalamnya. Yang seorang, Elang, bisa mendengar detak jantung seseorang, sampai dia bertemu cewek yang tidak bisa dia dengar detak jatungnya. Membuat dia penasaran, dan si gadis memiliki masa lalu yang membuat dia trauma.

Novel Adore You Doctor, mengisahkan tentang El salah satu cewek disainer mungil, yang berkenalan dengan dokter yang kalem. Di dalamnya juga  ada tokoh baru seram.  Ada cinta segetiga di sini.

Diharapkan, dengan kegiatan ini mampu mendorong para penulis muda menjadi penulis yang bagus untuk ke depan.  Kegiatan selanjutnya akan ada meet and love 4 dan akan ada 10 penulis di pertengahan Mei 2017.

“Kita kan banyak penulis baru yang berbakat yang harus dipublish dan karyanya juga bagus seperti mereka,” tambah Arbin.

Menanggapi era sekarang yang masuk ke dunia digital, penerbit Loveable tetap fokus mencetak karya-karya tulis cetak.

“Kita tidak terlalu menanggapi serius sih untuk area digital seperti ini. Ada masing-masing pasar digital dan cetak. Kalau dari penerbit kita biasa cari-cari penulis. Yang ceritanya bagus bisa dipromosikan. Di Instagram kita sudah banyak followes, dan kita punya kekuatan di novel-novel film,” jelas Arbin.

Mayang, salah satu penulis, mengaku seneng novelnya sudah bisa terbit.

“Jadi sudah bisa dibaca selain di wadpad,“ kata Mayang.

Mayangmengungkapkan, menulis memang sudah menjadi naluri dalam dirinya. Apa-apa suka ditulis. Ia menyarankan, kalau ingin menjadi  penulis harus konsisten, jangan setengah-setengah.

“Kalaupun awalnya gak bisa nanti juga seiring waktu pasti bisa,” ujar Mayang.

Share This: