Melalui Petisi Online, Ecosisters Tolak Kebijakan Mentan Amran Sulaiman

_

Sejak kenaikan harga cabai mencapai 100-200 ribu per kilogram, membuat mentri perdagangan Amran Sulaiman memberikan langkah antisipasi yaitu membagikan benih cabai gratis untuk ditanam tiap rumah tangga dengan sasaran para Ibu.

“Persoalannya mau apa tidak. Kurangi makeup, kalau sedikit tak apalah agar disayang suami.
Jangan malas tanam cabai di rumah,” jelasnya .Namun langkah ini menuai protes dari Perempuan Pegiat Keadilan Sosial dan Ekologis (Ecosisters).

Melalui petisi online di Change.org, Ecosisters menyatakan keprihatinan atas pernyataan Menteri Pertanian yang tidak proposional, tidak relevan dengan cara menyudutkan perempuan. Beberapa hal yang mendasari keprihatinan ini sebagai berikut:

1. Tidak ada hubungan antara harga cabai yang melambung dengan penggunaan make-up perempuan.
2. Siapa pun, terutama pejabat publik seharusnya tidak melakukan stereotype (pelabelan negatif) atas perempuan dengan pernyataan : “12 jam melanjutkan gosip”, meminta “kurangi Make-up” agar bisa tanam cabai. Pelabelan negatif melahirkan diakriminasi dan ketidakadilan bagi perempuan;
3. Kenaikan harga cabai selain diakibatkan faktor cuaca, juga akibat sistem perdagangan yang tidak adil bagi petani dan permainan di tingkat pasar oleh para spekulan/ pengusaha besar;
4. Petani kecil sama sekali tidak merasakan kenaikan harga cabai karena harga jual di tingkat petani masih tetap sama saat harga pasar melonjak
5. Pernyataan Mentan seakan membebankan tanggung jawab kenaikan harga cabai kepada perempuan, dan mengalihkan pembahasan mengenai tanggungjawabnya atas situasi ini.

Ecosisters juga menuntut agar mentri pertanian melakukan hal-hal seperti:

1. Menteri Pertanian segera meminta maaf secara terbuka kepada perempuan Indonesia dan menarik pernyataanya;
2. Pemerintah, khususnya Menteri Pertanian melakukan langkah nyata memberikan perlindungan bagi para petani cabai dari ketidakaadilan sistem perdagangan saat ini;
3. Pemerintah segera memperkuat dan melindungi sentra-sentra basis produksi pertanian pangan lokal dari kebijakan impor pangan dan kebijakan perdagangan bebas yang mematikan sumber penghidupan petani lokal.
4. Pemerintah segera memutus mata rantai tengkulak demi melindungi petani Indonesia dan menstabilkan harga cabai.
5. Kementerian Pertanian meningkatkan pengetahuannya secara komprehensif tentang peran perempuan dalam rantai produksi dan konsumsi pangan, agar program-programnya berkeadilan gender.

Saat ini sudah ada 848 pendukung yang mendukung petisi ini dan perlu 152 pendukung untuk mencapai 1.000

Share This: