Melihat Bakat Hamemayu Berakting, Orangtuanya Hijrah ke Jakarta.

Foto-foto: Dudut Suhendra Putra.
_

Gadis cilik itu duduk di atas karpet sambil memegang sebuah boneka gajah besar di tangannya. Lalu seperti orangtua memarahi anak, dia mulai ngomel terhadap boneka itu. Mimiknya serius, intonasinya jelas dan penuh penghayatan. 

Itulah contoh kemampuan akting yang ditunjukkan oleh Hamemayu Bawono, 8 tahun, dalam satu acara di sebuah kafe di Jl. Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur, Jum’at (16/8/2019). 

“Tapi yang paling suka adegan marah. Dan yang sudah adegan sedih, terutama menangis,” kata Mayu dengan tenang.

Hamemayu Bawono, kelahiran Klaten, 9 Mei 2011 adalah seorang bocah yang sangat berbakat dalam akting. Dia dengan cepat bisa menghayati sebuah peran yang dimainkan. Apakah adegan marah, sedih atau bahagia.

Menurut Juwita, ibunya yang menemani kemarin, sejak kecil Hayu memang sangat mencintai akting dan modeling.

Awalnya kedua orangtuanya tidak terlalu memperhatikan minat dan bakat Mayu. Kebiasaan Mayu melakukan akting dianggapnya biasa saja seperti kebiasaan anak-anak pada umumnya.

Tetapi belakangan mereka melihat apa yang dilakukan Hayu bukan biasa-biasa saja. Ada kesungguhan dan bakat yang melebihi anak-anak seusianya dalam berakting. Sejak itulah kedua orangtuanya mulai memikirkan bagaimana agar bakat dan kemampuan Mayu mendapatkan penyaluran yang tepat.

“Demi mendukung keinginan Mayu akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Jakarta,” kata ibunya. “Kami tinggalkan semua usaha yang sudah berjalan di Solo, seperti bengkel dan usaha lain, atau kami serahkan kepada saudara untuk menjalankannya, agar kami focus mendampingi Mayu.”

Mayu beberapa kali mengikuti kejuaraan modeling dan meraih Juara I dan II Perlombaan Modelling Tingkat Kecamatan se Jawa Tengah pada 2017 – 2018, kemudian Juara I Lomba Modeling yang diadakan Dinas Pariwisata Jakarta 2018.

Dalam lomba modeling di Jakarta itu seorang caster yang menjadi juri menanyakan kepada Ayu apakah bisa dan ingin beracting. Pertanyaan itu sesuai dengan keinginan Mayu. Tidak lama setelah itu Mayu mulai diajak syuting. Walau pun awalnya cuma pemeran tambahan (extras), Mayu dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Peran Ayu terus semakin meningkat. Dia antara lain pernah bermain dalam “Menembus Mata Batin”, “Firasat”, “Cermin Kehidupan” dan lain-lain.  Orangtuanya memasukan Mayu ke Eighteen Managemen Indonesia (EMI) pimpinan Donny Adhitya, agar mendapat pengarahan yang lebih focus. Sejak bergabung dengan manajemen tersebut karier Mayu mulai terarah.

Mayu kini sedang dipersiapkan untuk mengikuti syuting film horor berjudul “Bisikan Gaib” karya sutradara Tarmizi Abka, yang diproduksi oleh PH Tu7uh Rumah Produksi, pemilik EMI.

“Kita akan syuting dalam waktu dekat, antara bulan November hingga Desember. Lokasi sementara kita cadangkan di Pelabuhan Ratu dan Bangka Selatan,” kata Tarmizi.

Share This: