Mencintai Coklat Sejak Kecil, Berbisnis Coklat Setelah Dewasa…

_

Sebagai negara penghasil kakao, coklat ternyata tidak menjadi makanan / minuman yang merakyat di Indobesia. Popularitasnya masih kalah dengan kopi. Coklat lebih dicitrakan sebagai makanan / minuman mewah.

Foto-foto: Filo’s Belgian Chocolate

Namun seorang wanita muda dari Yogyakarta, Filo, sudah hampir 10 tahun ini bergerak di bidang produksi makanan / minuman coklat. Di masa pandemi ini dia bahkan terus menggenjot produksinya, karena permintaan cukup tinggi.

“Yah paling tidak target penjualan Filo, berkisar duaratus juta rupiah per minggu,” ungkap Filo saat berbicara dalam zoom conference peluncuran <span;>Filo’s Drink Belgian Chocolate produksinya, Kamis (21/1/2021).

Filo’s Drink Belgian Chocolate adalah bubuk coklat kemasan siap seduh atau dijadikan campuran makanan / minuman yang telah dicampur oleh gula tebu.

“Coklat produksi Filo ini darknya berasa banget ya,  <span;>memiliki slogan taste good, make a good mood, bermakna rasa yang lezat dan meningkatkan suasana hati yang bahagia dan rilex. Ini bisa diminum <span;>baik dalam keadaan panas (hot drinks) maupun dingin (ice drinks), ” papar Filo.

Hingga saat ini penjualan Filo’s Drink Belgian Chocolate tersebar di beberapa kota di indonesia. Costumernya kami, adalah riseller makanan dan minuman yang tersebar di beberapa kota, diantaranya adalah: Jogja, Solo, Semarang, Magelang, Purwokerto, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Bali, Menado, Ambon, dan Makasar. Dan kami juga memiliki brand ambassador yang bertugas mempromosikan produk dikalangan anak muda.

Filo memproduksi kurang lebih 2000-2500 kg perminggu-nya. Bahan bakunya diambil dari satu daerah penghasil coklat di Indonesia.

Ketertarikan <span;>Filo memproduksi Filo’s Drink Belgian Chocolate berangkat dari rasa cintanya pada coklat. Ketika kecil di Tomohon, Sulut, ia bahkan suka memakan biji-biji coklat yang ditanam di kebun orangtuanya.

Ia menyukai cocoa powder karena sifatnya yang praktis untuk diracik menjadi  hot chocolate, cocoa powder (100 milimicron) dengan komposisi 30 gram  adalah jumlah maksimal untuk menikmati hot chocolate terbaik.

Filo berjanji akan terus mencoba hal-hal baru dan berinovasi untuk meciptakan rasa baru kedepannya.

“Semoga racikan cita rasa cinta Filo’s Drink Belgian Chocolate sampai pada kalian semua. Bahagia selalu ya..” ujar Filo.

 

Coklat merupakan makanan ataupun minuman yang sangat disukai, terutama oleh anak-anak. Mengkonsumsi cokkat bisa dilakukan dengan dua cara; yakni dengan memakannya dalam bentuk batangan, dicampur dengan kue maupun makanan lainnya, atau diminum setelah diseduh dengan air panas, dalam keadaan dingin atau campuran minuman lainnya. Dikonsumsi dengan cara apapun coklat terasa enak.

Di samping rasanya yang enak, coklat juga memberikan efek positif bagi tubuh maupun jiwa manusia.

Konsumsi coklat dapat meningkatkan fungsi otak, mencegah penyakit Jantung, mengurangi Kolesterol, mencegah Stroke, meningkatkan kebugaran tubuh, dan banyak lagi manfaat lainnya.

Coklat dihasilkan dari tanaman kakao, yang merupakan tumbuhan tropis. Di Indonesia pohon coklat bisa tumbuh di mana-mana. Salah satu sentra penghasil coklat di Indonesia adalah di Sulawesi Tengah.

Menurut data Kementerian Pertanian, produksi kakao provinsi dengan ibu kota Palu tersebut mencapai 100.702 ton. Sementara di urutan kedua Sulawesi Selatan dengan produksi 100.567 ton dan di posisi ketiga Sulawesi Tenggara 93.301 ton.

Indonesia masuk ke dalam lima besar penghasil coklat dunia, di bawah <span;>Pantai Gading (2.034.000 ton) dan Ghana (883.652 ton). Indonesia sendiri menghasilkan 659.776 ton.

Potensi coklat Indonesia sudah disadari sejak dulu. Bahkan pada tahun 1911, pemerintah kolonial Belanda sudah mendirikan <span;>Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) yang didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama <span;>Besoekisch Proefstation<span;> di Jember, Jawa Timur. Saat ini <span;>berada bawah naungan PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN) yang merupakan transformasi dari Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI).

Belanda nampaknya tertarik ingin mengembangkan tanaman coklat setelah melihat negara terangganya, Belgia, sukses menjadi produsen coklat terbesar di Eropa.

Belgia terkenal sebagai produsen coklat olahan, sejak abad ke-19, padahal bahan bakunya di bawa dari negara-negara tropis. Begitu terkenalnya coklat Belgia, sehingga itu menjadi merek dagang yang selalu melekat di tiap produksi coklat.

Share This: