Hari Film Momentum Kebangkitan Film Nasional

Kiri - kanan: Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik, Ketua BPI Chand Parwez Servia dan Mendkibud Muhadjir Effendy, dalam konperensi pers Hari Film Nasional di Jakarta, Senin (6/3) - Foto: HW
_

Insan film dan pemerintah kembali akan merayakan Hari Film Nasional (HFN) tanggal 30 Maret 2017 mendatang. Berbagai kegiatan sudah dirancang untuk memeriahkan HFN kali ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, HFN merupakan momentum kebangkitan film nasional, karena melalui HFN ini masyarakat diajak untuk mengapresiasi film nasional yang jumlah produsinya terus berkembang.

“Melalui Hari Film Nasional ini kita akan menghidupkan cinta masyarakat terhadap film nasional. Diharapkan kalau kecintaan masyarakat terhadap film nasional tumbuh,” maka film nasional akan bangkit dari keadaannya sekarang ini,” kata Mendikbud dalam konperensi pers HFN di Kantor Kemdikbud Senayan, Jakarta, Senin (6/3) sore.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Chand Parwez Servia, Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik, Sekjen Kemdikbud Didi Suhadi, Ketua Panitia HFN Lasja F Susatyo, pengurus BPI dan undangannya lainnya itu sempat molor lebih dari satu jam. Mendikbud baru muncul satu jam lebih lambat dari jadwal pembukaan. Tidak ada penjelasan dari panitia mengenai keterlambatan itu.

Mendikbud menambahkan, film adalah sebuah produk hiburan yang mengandung pesan. Masyarakat akan perduli kalau film itu menghibur dan dicintai.

“Tidak mungkin kita membuat film kalau tidak ada yang menonton. Tetapi percuma film ditonton kalau tidak memberi pelajaran yang baik,” ,” kata Muhadjir.

Agar masyarakat mencintai film, tambah Muhadjir, Kemdikbud akan membangun literasi bagi masyarakat. Saat ini apreasi masyarakat sangat rendah. Bukan hanya terhadap film, tetapi juga terhadap seni lukis, seni pertunjukkan dan lain sebagainya.

“Kalau kita membangun literasi, kita akan memanen masyarakat yang memahami film,” katanya.

Dalam kesempatan itu Muhadjir membantah anggapan, bahwa pemerintah selama ini hanya membangun infrastruktur tanpa memperhatikan pembangunan mental dan non infrastruktur lainnya. Pemerintah tetap memiliki keperdulian yang tinggi terhadap pembangunan di bidang lain.

“Tahun ini anggaran untuk film sudah naik dua kali lipat. Kalau ekonomi membaik, anggaran untuk film akan kita naikan lagi,” Muhadjir berjanji.

 

 

Share This: