Menjadi Penyelam Pemula, Apa yang Harus Dilakukan?

_

Diving menjadi salah satu jenis olahraga outdoor yang tengah populer di Indonesia. Seiring dengan banyaknya media exposure atas keindahan alam bawah laut Indonesia, semakin banyak pula yang berbondong-bondong untuk mencoba melakukan hal itu. Terlebih bagi para divers (sebutan penyelam) yang belum berpengalaman ingin sekali mencoba sensasi menyelam di dalam lautan. Lalu apa sih yang perlu kita ketahui sebelum bisa melakukan diving itu?

Salah satu dive master sekaligus pelaku usaha diving Ardiansyah yang sempat berbincang dengan balaikita di Kepulauan Seribu, Jumat (12/5) kemarin menceritakan bahwa basicnya seseorang yang ingin melakukan diving itu harus bisa berenang. Hal ini dikarenakan, orang yang mampu berenang akan mudah menghandle kepanikan di dalam air, karena terbiasa dengan air kalau tidak bisa renang cenderung takut tenggelam.

Selain itu juga para pemula yang ingin mengikuti kegiatan selam ini harus sehat sebelum melakukan penyelaman ini. Hal ini dikarenakan diving itu banyak termasuk resiko besar salah satunya nyawa pikir diving bisa bugar, aktivitas air kuras energi besar akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dan yang terpenting sebelum menyelam kita juga harus mengikuti pelatihan dengan benar.

“Jangan coba hanya lihat tutorial di youtube terus nyoba-nyoba sendiri jangan deh. Pastikan ikut kursus di dive center yang terdaftar dan sudah ikuti standar isonya dari INWRSTCnya,” bebernya.

 

Ia juga menjelaskan dengan melakukan kursus menyelam itu juga bertujuan untuk

handling bagaimana menyelesaikan masalah di dalam air. Mengingat setiap kali kita turun ke dalam air semakin besar tekanan yang diterima tubuh terutama di bagian telinga, hidung dan kening.

 

“Saat kita belajar untuk diving masalah yang dalam air itu diselesaikan dalam air jadi gak naik turun, naik turun udah ada standartnya harus ada pertemuan dalam kelas pelatihan di kolam baru di laut,” jelasnya.

Salah satu pendamping diving, yang juga merupakan anggota Kopaska Surabaya, Kapten Dominikus Tedju menjelaskan kepada balaikita, bahwa kedalaman 0-10 meter merupakan titik rawan bagi para penyelam. Ini dikarenakan pada kedalaman tersebut terdapat perubahan kedalaman yang memberikan efek terhadap beberapa organ tubuh mulai dari telinga, paru-paru, hidung dan kening.

“Misalnya kalau kita hisap udara 1 liter di permukaam, kemudian turun di kedalaman 10 meter perubahan tekanannya setengah. Jika turun ke kedalaman 10-20 meter perubahan tekanannya 1/3 dan semakin dalam jarak penyelaman maka akan semakin kecil tekanan yang akan diterima tubuh,” bebernya.

Untuk mengantisipasi perubahan tekanan yang dialami oleh tubuh dirinya menjelaskan bahwa saat turun ke dalam air para divers harus melakukan equalisasi atau penyesuaian terhadap tekanan. Seperti melakukan menggerakkan rahang, menekan hidung untuk mengurangi rasa sakit di area telinga akibat perubahan tekanan di dalam air.

“Nah ketika kita mau meluncur dari permukaan ke dalam air kita tidak boleh menahan nafas, hal itu dikarenakan jika menahan nafas akan menambah konsumsi nitrogen dalam tubuh karbondiaksida tambah di tubuh.

Dalam menyelam juga ada aturan dasar bahwa kita boleh turun dengan cepat, namun ketika naik tidak boleh cepat. Dimaan saat naik ke permukaan tidak boleh melebihi kecepatan gelembung,” bebernya.

Apabila melebihi kecepatan gelembung tersebut dirinya menjelaskan akan terjadi kefatalan yang akan terjadi seperti barotrma paru-paru, kerusakan paru-paru dimana udara yang dihisap bertekanan tinggi yang menyebabkan paru-paru tidak bisa menerima perubahan.

Ia juga menjelaskan, untuk diving, khususnya bagi pemula, juga harus didampingi oleh dive master ddan juga guide lokal hal tersebut dilakukan untuk mencegah resiko yang akan dialami oleh para divers.

“Menyelam itu berpasangan, jadi ketika ada hal yang tidak diinginkan dan bisa langsung diatasi di dalam. Namun apabila tidak bisa diatasi, dan harus ke permukaan maka harus diinfokan kepada temannya itulah gunanya pasangan. Tapi harus diingat juga ketika naik ke permukaan harus tetap dalam kecepatan normal. Sedangkan guide lokal itu sebagai penunjuk arah dimana spot diving yang aman bagi para penyelam,” paparnya.

 

Nah, biasanya bagi para penyelam yang sudah melakukan sekali penyelaman dalam satu waktu, biasanya ingin melakukan penyelaman lanjutan. Dominik menjelaskan bahwa, para penyelam harus terlebih dahulu istirahat. Hal ini dilakukan untuk melepaskan sisa nitrogen yang ada dalam tubuh pasca menyelam.

“Istirahat, semakin lama istirahat ini bukan tidur ya maka akan semakin baik.  Rentan ideal istirahat dipengaruhi oleh kedalaman. Biasanya istirahat itu mulai dari 30 menit-12 jam. Nah untuk mlakukan penyelaman kedua harus lebih dangkal atau sama dengan waktu singkat karena pengaruhi sisa nitrogen,” jelasnya.

Share This: