Menjaga Ajaran Bung Karno Melalui Lomba Pidato

Para pemenang Lomba Pidato Bung Karno (Foto: ist)
_

Presiden Soekarno adalah seorang pejuang yang sangat mencintai bangsanya. Dia bukan saja harus berjuang melawan penjajah Belanda melalui hasil pemikiran-pemikirannya, Bung Karno juga memiliki kemampuan berpidato untuk membangkitkan semangat bangsa.

Ketua Dewan Juri Kusumo Priyono (baju putih-putih) bersama Panitia, Juri dan Babinsa. (Foto: Ist)

Kemampuan Bung Karno yang membuatnya dikenal sebagai singa podium itulah coba dirawat oleh Perkumpulan Rumah Kebangsaan Pancasila (RKP), dengan menggelar “Lomba Pidato Ala Bung Karno”.

Bertempat di Rumah Kebangsaan Pancasila (RKP), Cisarua Bogor Jawa Barat, pada 8-10 November 2018 kembali diselenggarakan Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno (LPMGBK) tingkat nasional, untuk yang keempat kalinya.

LPMGBK merupakan salahsatu program tahunan perkumpulan Rumah Kebangsaan Pancasila (RKP) yang didirikan oleh Irwan Hasanuddin.

Salah seorang peserta Lomba Pidato Bung Karno (Foto: Ist)

Pada tahun ke-4 gelaran LPMGBK kali ini diikuti 300 peserta dari seluruh Indonesia, dan mendapat dukungan pemerintah dan swasta.

“Berbeda dengan 3 lomba sebelumnya yang dilakukan secara swadaya dan hanya untuk wilayah Jabodetabek, lomba kali ini berskala nasional,” kata Rustam Halim selaku Ketua Pelaksana Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno.

Menurut Ketua RKP Edy Suryadi, digelarnya LPMGBK dalam skala nasional karena RKP ingin menjadikan ajang lomba ini menjadi pemicu kembalinya ajaran Bung Karno.

“Bung Karno bukan hanya seorang proklamator. Dia merupakan Bapak Bangsa yang sangat berjasa merekatkan bangsa kita dengan menciptakan Pancasila. Ajarannya tentang berdikari, keberaniannya melawan kolonialisme, membuat kita bangga sebagai bangsa. Untuk itu kita tidak boleh melupakannya,” papar Edy.

Yang menarik, dalam lomba ini, para peserta bukan saja berpidato dengan gestur dan intonasi seperti Bung Karno, tetapi banyak juga memakai kostum ala Bung Karno, lengkap dengan kacamata hitam dan tongkat.

Membawa Indonesia kembali pada ajaran Bung Karno, tambah Rustam, sebenarnya seperti membawa Indonesia kepada jati dirinya. Karena Bung Karno dan bangsa Indonesia adalah dua entitas yang padu dan tidak bisa dipisah-pisahkan.

Namun hal tersebut tidak mengesampingkan peran dan jasa para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia lainnya.

“Kita pahami bahwa sejak awal bangsa Indonesia melalui proses menjadi bangsa merdeka, benar-benar bersentral kepada gagasan dan ajaran-ajaran Bung Karno sebagai Pemimpin Besar dari pada Revolusi Indonesia,” jelas Rustam.

Dari 300 peserta, 100 dinyatakan lolos seleksi video dan masuk tahap karantina singkat di Rumah Kebangsaan Pancasila, Cisarua – Bogor Jawa barat.

Kemudian 20 peserta masuk tahap final hingga terpilih 5 Juara yang dinilai oleh Dewan Juri yaitu Kusumo Priyono (Budayawan), Jose Rizal Manua (Budayawan), Akhlis Suryapati (sutradara Film), Bambang Oeban (Budayawan), dan Olivia Zalianty( Artis).

Akhirnya terpilih 5 Pemuda menjadi juara Lomba. Kelima pemenang itu adalah:

Juara I – Reihan Rasyid, dari Depok, Jawa Barat menerima Piala RKP beserta uang Tunai dari RKP Rp.15.000.000, dan uang Pembinaan Pemuda Hebat dari Kemenpora Rp 5.000.000,-

Juara II, Zulfa Mahbubbah, dari Jawa Timur menerima Piala Menpora serta Uang Tunai dari RKP Rp.10.000.000, dan uang pembinaan Pemuda Hebat dari Kemenpora Rp 5.000.000,-

Juara III, Muhammad Faisal, dari Depok, Jawa Barat menerima Piala Mendikbud sertanuang tunai dari RKP Rp. 5.000.000, uang pembinaan Pemuda Hebat dari Kemenpora Rp 5.000.000,-

Juara BIP IV, Andika Prasetya, Tangerang Selatan, Banten mendapat piala, uang tunai dari RKP Rp. 1.000.000, dan uang pembinaan Pemuda Hebat dari Kemenpora Rp 5.000.000,-

Juara V, Richard Fransiscus Elfin Hulu, dari Nias Sumatera Utara mendapat Piala Kwarnas, uang pembinaan Pemuda Hebat dari Kemenpora Rp.5.000.000. (*)

Share This: