Mentan, Sambangi KPK Bahas Bantuan Untuk Petani

_

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Jumat (24/2) siang mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Amran untuk meminta rekomendasi terhadap masalah pertanian di Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada Ketua KPK, Wakil ketua KPK dan seluruh jajarannya, yang memberikan beberapa rekomendasi terhadap masalah pupuk bersubsidi, KUR, benih bersubsidi dan asuransi bagi petani yang mengalaim gagal panen,” ungkap Mentan kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta.

Beberapa saran yang diterima Mentan antara lain mengenai bantuan untuk petani yang mengalami kerugian saat bencana alam, melalui asuransi.

“Kita ingin menolong petani manakala terjadi bencana alam, dengan memberikan asuransi. Porsinya 70 persen berbanding 30 persen untuk daerah rawan, atau 60:40 daerah rawan sedang. Bantuan kan diberikan secara proporsional,” lanjutnya.

Anggaran untuk asuransi besarnya Rp150 Miliar untuk Satu Juta Hektar.

Ini jauh lebih besar kerugian petani dibanding kalau tidak ada asuransi,” tambah Amran.

Selain mengenai bantuan untuk petani gagal panen, Mentan juga mendapat saran dari KPK, untuk pendistribusian pupuk bersubsidi tepat sasaran bagi para petani.

“KPK menyarankan agar subsidi pupuk secara langsung dan tidak langsung tepat sasaran distribusinya, termasuk untuk benih,” lanjutnya.

Untuk mencegah kecurangan dari pemberian asuransi terhadap petani, Kementan juga akan melakukan pengawasan. Begitu pula dengan banyaknya temuan pupuk yang dioplos, maupun temuan KPK dalam kasus korupsi pupuk terjadi belakangan ini.

“Kalau ada yang main-main, kita tidak ada kompromi terhadap yang melakukan,” tandan Amran.

Share This: