Metromini Kian Tergilas…

_

Seiring bertambahnya model transportasi yang kian marak membuat bus metromini mulai kehilangan tajinya. Seperti halnya metromini S75 rute Pasar Minggu- Blok M.

Jami, salah satu supir metromini S75 Jamin mengeluhkan jumlah penumpang yang kian lama semakin menurun. Bahkan dirinya mengaku pada hari ini tidak satu pun orang yang naik ketika narik dari Pasar Minggu menuju Blok M

“Sepi dari Pasar Minggu ke STM Penerbangan Blok M gak ada yang nyangkut sama sekali, coba puter balik narik cuma dapet 3 doang,” ujarnya saat ditemui Balaikita.com, Jum’at (10/2)

Bus yang identik dengan warna oranye biru ini mulai ditinggalkan, karena banyak penumpang lebih memilih modal trasportasi lain yang lebih nyaman aman dan murah. Karena kondisi itu, pemilik mobil tidak bisa menargetkan setoran kepada para sopir

“Sekarang setoran gak di target lagi, bingung yang punya mau mobil neken setoran ke yang narik(supir) tapi takut gak ada yang narik jadi serba salah,” kata pria berumur 53 tahun tersebut.

Di masa kejayaanya, sopir Metromini S75 diharuskan menyetor uang kepada pemilik mobil sebanyak 300-400 ribu rupiah belum dengan bensin. Kala itu para supir sanggup menyetornya dengan jumlah yang telah di tentukan. Bahkan bisa mengambil untung.

Namun kini pemilik sudah pasrah dengan keadaan sekarang, banyak sopir yang sudah memulangkan mobil dalam waktu setengah hari dan setoran apa adanya.

“Biasanya narik itu seharian 6 putaran dari jam 6 pagi sampai ketemu jam 6 sore, tapi sekarang boro-boro penumpang sepi jadi pulangin mobil setengah hari, ya jadi sedapetnya aja kita setor yang penting bisa buat makan,” sambungnya.

Umur yang tidak lagi muda membuat ia tidak bisa beralih pekerjaan lain, ia hanya pasrah menjadi sopir bus metromini 75 rute Pasar Minggu-Blok M. Ia berharap ada pihak yang mau membantu menolong para sopir paruh baya seperti dirinya.

“Supir banyak juga yang pindah ke gojek, sekarang udah pait, apa-apa susah, mudah-mudahan ada pihak yang mau bantu,” tutupnya.

Share This: