Miliki Bioskop, Cilacap Menuju “Singapore of Java”

Bioskop "Dakota Cinema" di Pasar Gede Cilacap. (Foto: HW)
_
Bupati Cilacap, Tatto Suwardi (kiri) dan pemilik bioskop Dakota Cinema Cilacap, Djonny Syafruddin. (Foto: HW)

Pelan tapi pasti, Kabupaten Cilacap yang terletak di ujung paling Barat bagian Selatan pulau Jawa, terus menggeliat. Kota pesisir yang selama ini lebih dikenal dengan penjara untuk tahanan kelas berat di Pulau Nusa Kambangan ini, terus bebenah diri menjadi kota industri dan pariwisata.

Salah satu bukti perkembangan Cilacap menuju kota wisata adalah dengan hadirnya sebuah bioskop di Kota Cilacap yang berstandar tinggi, yakni Dakota Cinema.
Dakota Cinema merupakan bioskop pertama di Cilacap, yang berlokasi di Pasar Gede, Jalan RE Martadinata Cilacap.

Bioskop yang sementara memiliki 3 layar dan akan dibangun menjadi 4 layar ini dibangun oleh pengusaha bioskop Djonny Syafruddin bekerjasama dengan pengusaha properti Julius Lianto. Selain sebagai pengusaha, Djonny Sjafruddin dikenal pula sebagai Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBSI).

Kamis (20/4/2017) bioskop yang sudah dibuka sejak seminggu lalu itu diresmikan oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. Peresmian dihadiri oleh Kapolres Cilacap, AKBP Yudho Hermanto SIK, Dandim Cilacap Letkol Inf. Ferdial Lubis dan undangannya lainnya.
Menurut Bupati, hadirnya bioskop di Cilacap sangat berarti bagi masyarakat. Pertama sebagai sarana hiburan, kedua sebagai sumber informasi, dan ketiga untuk menghidupkan kota ini.

“Saya atas nama pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya dengan adanya bioskop di Cilacap ini,” kata Bupati Tatto.

Menurut Tatto, selama ini masyarakat Cilacap menantikan adanya bioskop, khususnya di Kabupaten Cilacap. Dan itu, menunggu keberanian investor seperti Pak Djoni.

“Ke depan jangan hanya di Cilacap saja tapi di kota lain,” katanya.

Kehadiran bioskop merupakan sarana penting untuk menunjang Cilacap menjadi Kota Industri dan Pariwisata. Cilacap sendiri diproyeksikan oleh pemerintah untuk menjadi “Singapore of Java”, kota yang memiliki pelabuhan berstandar internasional yang dapat menyamai Singapura.

Untuk menuju ke arah sana, mulai tahun 2018 pemerintah akan membangun jalan tol Selatan Cilacap – Yogyakarta dan Cilacap – Ciamis, yang semuanya mengarah ke Pelabuhan Cilacap, satu-satunya pelabuhan di Pulau Jawa yang menghadap ke Samudera Hindia.
Pelabuhan itu sementara ini dimanfaatkan oleh Pertamina untuk menurunkan minyak mentah bagi kilang-kilang yang ada di Cilacap, dan pengiriman sapi-sapi ke seluruh Pulau Jawa.

Investasi besar juga akan masuk Cilacap. Salah satunya dari perusahan minyak asal Saudi Arabia Aramco, yang berkomitmen membuat kilang minyak di Cilacap. Dan pemerintah Kabupaten Cilacap sudah menyiapkan tanah seluas 32 hektar.

“Kalau Cilacap maju, maka Indonesia harus maju,” kata Bupati.

Mengenai investasi di bioskop di Cilacap, Djonny Sjafruddin mengharapkan jaminan dari pemerintah. Yang pertama adalah agar pemerintah daerah tidak membuka dulu kesempatan untuk investasi bioskop lain, sekurangnya dalam lima tahun ke depan.

Kedua agar tidak membebani bioskop dengan pajak yang tinggi, karena bioskop merupakan bidang usaha yang menampung banyak tenaga kerja.

“Ini investasi cukup besar. BEP-nya cukup panjang. Jadi diberi kesempatanlah supaya BEPnya kembali dulu, jangan ada investor baru yang masuk di bidang perbioskopan,” kata Djoni.

Menanggapi permintan itu Bupati balik menantang agar pengusaha juga berani berinvestasi di sektor lain. “Pak Djoni jangan hanya invest di biosop aja, yang lain juga dong. Soal Insentif, nanti akan ada kerjasama antara pemda dengan investor. Nanti akan diberikan kemudahan-kemudahan kalau diminta akan diberikan. Selama ini kan Pak Djoni belum minta,” ujar Bupati.

Share This: