Miryam Ditangkap, Kuasa Hukum Bertindak

_

Penasehat Hukum Miryam S. Haryani, Mita Mulya mengaku tidak mengetahui adanya proses penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap kliennya.

Kuasa hukum merasa tidak diberitahu. Karena itu, langkah hukum akan dilakukan untuk memperoleh kebenaran,

“Kami tidak tahu bahwa adanya proses penangkapan tethadap klien kami. Kami ingin komunikasikan dahulu ke pihak KPK. Sama kami tdk ada pemberitahuan sama sekali,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (1/5/2017).

Sebagai penasehat hukum, dirinya menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan langkah hukum pasca penangkapan terhadap srikandi Partai Hanura tersebut. Mengenai langkah apa yang aka dilakukan, Mitha akan mendiskusikan dulu dengan timnya.

“Nanti kami bicarakan dulu apa langlah hukum yang akan kami tempuh,” ungkapnya.

Mengenai pengajuan pra peradilan yang  sudah dilayangkan Jumat (21/4) lalu , pihaknya pun memastikan akan tetap berjalan. Pra petadilan itu dilakukan atas penetapan tersangka yang dilakukan kepada KPK terhadap kliennya.

“Disini kami ingin tegaskan bahwa pra peradilan kepada miryan tetap berjalan meski ada penangkapan. Pra peradilan tetap jalan tanggal 8 mei,” tukasya.

Miryam S Haryan, mantan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Parta Hanura,  merupakan tersangka atas pemberian keterangan palsu yang dilakukan pada proses persidangan kasus e-KTP pada (23/3).

Dalam persidangan Kamis (23/3), Miryam menyebut keterangan dalam BAP di KPK dibuat atas tekanan penyidik. Miryam kemudian mencabut BAP terswbut. Setelah itu, Miryam dalam kesaksian di persidangan, mengaku tak tahu-menahu soal bagi-bagi duit e-KTP, termasuk proses pembahasan anggaran di DPR.

Setelah berstatus tersangka, Miryam kemudian dipanggil penyidik KPK pada hari Kamis, 13 April, dan Selasa, 18 April. Namun Miryam tak memenuhi panggilan. Akhirnya hari ini Miryam dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Hingga akhirnya dini hari tadi pada pukul 00.20 pihak kepolisian bersama dengan pihak KPK menangkap srikandi Partai Hanura tersebut di sebuah Hotel di Kawasan Kemang Jakarta Selatan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengutarakan bahwa selama ini Politisi Partai Hanura tersebut kerap bersembunyi di kawasan Bandung, Jawa Barat,

“Selama ini yangbersangkutan bersembunyi di Bandung, Jawa Barat,” beber Martinus.

Share This: