Miryam S Haryani Ajukan Pra Peradilan

_

Tersangka pemberi keterangan palsu dalam sidang e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Miryam S Haryani melakukan pra peradilan terhadap KPK atas penetapan tersangka terhadap dirinya.

Informasi itu dibenarkan oleh Pengacara Miryam S. Haryani, Aga Khan.

“Mendaftarkan pra peradilan terhadap klien saya atas penetapan tersangka dan sudah didaftarkan jumat lalu,” ungkapnya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Penetapan tersangka ini bermula pada ada persidangan kasus e-KTP lalu (23/3), dimana diringa dianggap memberi keterangan palsu pada persidangan tersebut dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Miryam di persidangan yang mencabut pengakuan awal di BAP tentang pembagian uang yang sebagian besar diberikan kepada beberapa anggota DPR di Komisi II saat itu, dengan alasan ditekan oleh penyidik KPK.

Aga Khan menunjukkan surat Pra Peradilan yang telah dimasukka ke PN Jakarta Selatan Jumat lalu (21/4).

Pengajuan pra peradilan dimaksudkan agar pemeriksaan KPK terhadap Miryam sebagai tersangka,  dihentikan terlebih dahulu.

“Itu hak setiap negara dalam melakukan langkah hukum, jadi mohon ke kpk kita uji dulu bahwa pra peradilan ini diterima atau tidak, jadi dihentikan dulu sementara. Miryam kan sama seperti yang lain masa yang lain bisa masa kita gak,” tambahnya.

Miryam sudah dua kali dijadwalkan dieriksa KPK, tetapi mangkir  pada pemeriksaan pertama, Rabu (13/4/2017) Miryam mangkir dengan alasan ada ibadah Paskah.

Kemudian, pada penjadwalan ulang, Selasa (18/4/2017) Miryam diirawat di Rumah Sakit Pondok Indah.‎ Dia meminta izin untuk istirahat dua hari yakni 18-19 April 2017 dan siap diperiksa pada Rabu (26/4/2017) esok.

Aga Kham memastikan untuk pemanggilan esok pun kliennya tidak akan hadir.

“Gak lah kita fokus ke pra peradilan dulu. Seyogyanya kita minta ke KPK hak kita sudah kita jalankan.  Tolong dong hargain kita kan punya hak hukum. Apabila kita gak sepakat kita ajukan pra peradilan,” tukasnya.

 

Share This: