Modalkan ke Pelaku Ekonomi Kreatif, Bekraf Gandeng Perbankan

_

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan program Bekraf Financial Club (BFC), dengan mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dan sumber modal dari perbankan. Program yang bertujuan memberikan pemahaman kepada perbankan soal model bisnis ekonomi kreatif sehingga perbankan dapat membuat skema pembiayaan yang sesuai bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“BFC diselenggarakan pertama kali hari ini dengan menghadirkan pelaku ekonomi kreatif dari sub sektor film dan animasi. Kami harap, perbankan akan lebih memahami model bisnis ini dari dua sub sektor dan mempunyai keyakinan untuk menyalurkan pembiayaan yang sesuai, baik pinjaman maupun kredit,” Ujar Fadjar Hutomo, selaku Deputi Akses Permodalan Bekraf saat acara konferensi pers, di Swiss-Bell Hotel Kemang, Jakarta (21/2).

Ody Mulya, selaku pendiri perusahaan film Maxima Pictures sebagai salah satu narasumber dari sub sektor film menuturkan bahwa perbankan perlu mengetahui kelayakan film yang bisa dibiayai.

“Jika produser berperan dalam mempromosikan dan menjual film. Produser bisa memperkerjakan pihak ke tiga untuk mencari sponsor dan mendukung pembiayaan film. Rantai bisnis film dari produser dan pihak luar pencari sponsorship, misalnya marketing film,” Ungkap Ody.

BFC adalah salah satu upaya dari Bekraf untuk akses industri ekonomi kreatif. Bekraf ingin memperkenalkan industri kreatif kepada perbankan, dengan meningkatkan portofolio perbankan kepada industri kreatif.

“Kami juga mendapatkan support dari bank BNI Syariah, kami bekerjasama hampir dua lembaga , konvensional dan syariah,” Ujar Fadjar.

Tahun lalu, Bekraf lebih fokus ke mindsetnya. Tahun ini, Bekraf akan meningkatkan akses dan menghubungkan lembaga keuangan dan para pelaku ekonomi kreatif, dengan menggunakan rangkaian mulai bimbingan teknis, kapasitas usaha, kegiatan kelas keuangan syariah, hingga kelas management keuangan. Kali ini, Bekraf juga lebih terbuka kepada teknologi, dengan transaksi ekonomi kreatifnya akan tercatat di bank. Semuanya lebih mudah dengan BNI Syariah dan menggunakan kartu Khazanah Card.

“Dana dari pemerintah tidak bisa digunakan pembiayaan film komersial, kecuali terkait dengan kegiatan tugas pokoknya dan fungsi kementerian dan butuh pembuatan film, misalnya 10 destinasi wisata. Kami lakukan dari industri keuangan bisa melihat sebagai potensi bisnis,” Tambahnya.

Share This: