Mugi Elman dan Isteri Kurangi Kegiatan Entertainmen Demi Bisnis.

_

Hidup selalu memberi pilihan-pilihan, sehingga setiap orang harus memilih jika ada banyak peluang dan pilihan yang harus diambil.

Begitulah situasi yang harus dihadapi oleh Mugi Elman (41 tahun) yang sudah berkecimpung di dunia entertainment sejak remaja.

Cita-cita dan karirnya untuk meramaikan dunia entertainment di Indonesia, khususnya di bidang akting kesampaian, ketika ia ikut terlibat dalam beberapa sinetron seperti sinetron dan film layar lebar, di antaranya dalam sinetron “Rejekinya Anak Soleh” MNCTV sebagai uUstad Udjo. 

Selain pernah berkecimpung didunia entertainmen, Nurfa istri dari Mugi yang selalu setia mendampingi ternyata bersama suami membuka usaha di bidang packaging kosmetik. Bisnisnya terus berkembang.

“Saya memang kepingin memiliki bisnis yang syariah, bisa terus berdampingan dengan isteri. Alhamdulillah, kami punya usaha yang bisa kita kerjakan bersama,” kata Mugi yang ditemui usai konperensi pers peluncuran poster dan trailer film ‘The Lawyers (Pokrol Bambu)” di Cassa Grande Residence, Kassablanka, Jakarta, Kamis (9/5/2019). 

Mugi terlibat dalam produksi Erwin Kallo Film tersebut. Ia main dengan peranan sebagai pengacara bernama “Juncto” seorang pengacara keturunan Arab Betawi dari kubu Supermen (Dicky Chandra) yang berseteru dengan pengacara kondang “Wicaksono” yang di perankan oleh Roy Marten. Porsinya lumayan banyak, hingga kurang lebih 36 scene. Ini merupakan durasi terbanyak yang dilakoninya dalam sebuah film.

“Saya juga tidak menyangka film ini akhirnya selesai. Syuting dan prosesnya dua tahun lalu, panjang banget sampe seratus scene lebih. Jadi banyak yang dibuang, sayang sekali sebenarnya bnyk adegan dgn konten2 yg “kaya” akan kualitasnya tapi gak mungkin ditayangkan semua krn durasinya bisa 7 jam ” kata Mugi.

Selain menjalankan bisnis dibidang kosmetik packaging bersama isterinya, Mugi juga memiliki PH dan Agency untuk pembuatan iklan, branding produk dan kegiatan lainnya. Kendati demikian, cita-citanya bersama sang isteri untuk berkiprah di dunia film tidak pupus.

“Suatu saat kita juga ingin membuat film sendiri. Doain ya, mudah-mudahan tercapai ya,” kata Nurfah, yang memiliki bakat di bidang tarik suara lagu2 islami.

“Kalau menyanyi sih sementara buat hobi aja!” tambah Nurfah.

Bagi Mugi, antara bisnis dan profesi merupakan dua sisi penghasilan yang saling mengisi karena digabungkan dalam usahanya.

“Kalau kita bicara bakat dan profesi, main film sudah mendarah daging, untuk mencukupi kepuasan batin. Kalau usaha itu untuk masa depan, dan bisa juga menghidupi orang lain, dalam Islam kita selain berkarya tapi harus menjadi manusia yang bermanfaat buat oranglain.” kata Mugi mengakhiri pembicaraan.

Share This: