Saksi Kasus Suap di Bakamla, Muhammad Adami dicecar 10 Pertanyaan di KPK

_

Muhammad Adami Okta diiperiksa sebagai saksi untuk  terkait kasus suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla), dengan tersanga Eko Susilo Hadi. Dalam pemeriksaan, Okta mengaku dicecar 10 pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tadi ditanyakan 10 pertanyaan untuk saksi Eko,” kata Okta saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Seperti diketahui, dalam kasus di Bakamlak, KPK telah menetapkan tiga tersangka lain, yaitu Direktur PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah, serta dua pegawai PT MTI: Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta.

Ketiganya disangkakan menjadi pemberi suap kepada Eko Susilo Hadi adalah Deputi Informasi Hukum dan kerja Sama Bakamla, demi memuluskan langkah PT MTI untk menjadi pemenang tender proyek pengadaan satelit pemantau di Bakamla.

Di proyek ini, Eko Susilo Hadi menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran. Sedangkan pejabat pembuat komitmen (PPK) Laksamana Pertama TNI, Bambang Udoyo, yang juga berstatus tersangka di POM TNI.

Ketiga‎ pejabat yang adalah pemberi suap disangkakan Pasal 5 ayat 1w huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah pada UU 20 tahun 2001 jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan Eko Susilo, penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001.

Share This: