Musisi Lokal dan Asing Siap Meriahkan Hodgepodge Superfest 2018 di Ancol

Beberapa musisi asing yanh siap tampil di Ecopark Ancol. (HW)
_

Selama dua hari berturut-turut, 1-2 September 2018 Allianz Ecopark Ancol, Jakarta Utara akan diramaikan oleh festival musik berbagai genre yang akan menghibur penggemar musik.

Para pengisi acara, grup musik dari Indonesia maupun mancanegara sudah siap menampilkan aksi mereka. Aliamz Ecopark yang akan menjadi arena festival sudah dibenahi.

“Tim artistik telah membuat set-set fullcolor yang menawan, untuk menyiasati kawasan Ecopark yang agak kering di musim panas ini. Tapi dengan disain set yang dibuat, suasana di sana jadi keren banget,” kata Direktur Utama Java Festival Production, Dewi Gontha, dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2018) sore.

Festival yang baru pertama kali diadakan ini akan menghadirkan 18 artis internasional dan 15 musisi Tanah Air. Musisi tanah air terdiri dari Ada pula penampilan dari The S.I.G.I.T, The Brandals, Rendy Pandugo, Tomorrow People Ensemble x Eka Annash, Endah N Rhesa Extended, The Trees and the Wild, ONAR, dan lain-lain.

Sedangkan grup musik asing yang siap tampil di antaranya adalah The Libertines, All Time Low, Lil Yachty, Gallant, Day Wave, Cloud Nothings, Sundara Karma, Vancouver Sleep Clinic, dan lain-lain.

“Pokoknya acara ini akan seru karena ini yang pertama (diadakan), line up-nya bervariasi,” ucap Zulham selaku tim program Java Music Production dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Nantinya, lanjut Zulham, band jazz asal Yogyakarta Tomorow People Ensemble akan membawakan lagu-lagu milik musisi ikonik David Bowie sebagai bentuk penghargaan.

Selain itu, Tomorrow People Ensemle juga akan berkolaborasi dengan vokalis band rock n’ roll lokal The Brandals Eka Annash.

Artis musik asal Amerika Tayla Parx yang tampil pada hari pertama akan menggabungkan musik R&B dan pop saat penampilannya nanti.

Seperti namanya, penyelenggara memang menginginkan festival tersebut menjadi acara lintas genre dan generasi.

“Hodgepodge itu artinya campur aduk, memang pada saat kami membuat ini, kamu tidak mau memberikan batasan jenis musik. Dengan festival ini, kami ingin bisa bebas memilih jenis musik, tipe artis, dan cara kami menampilkan,” kata Direktur Utama Java Festival Production, Dewi Gontha, ditemui di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2018).

Panitia mengajak semua pengunjung untuk bergembira, dan mengekspresikan kegembiraan tanpa takut apapun.

“Silahkan tunjukkan ekspresi kegembiraan mengikuti irama musik. Kami melindungi semua pengunjung, kru dan semua pemusik,” kata Maki Ibrahim Kusuma, Direktur PT Avrist Assurance.

Hari terakhir penyelenggaraan Hodgepode Superfest ini bertepatan dengan penutupan Asian Games 2018. Namun Dewi Gontha tidak khawatir. Ia berharap masyarakat yang selesai mengikuti penuntupan Asian Games 2018, malah datang ke Ancol untuk menonton Hodgepodge Superfest.

“Kami tidak khawatir. Kami justru berharap limpahan penonton dari Asian Games,” kata Dewi Gontha.

Share This: