“My Generation”, Film Tentang Remaja di Era Milenial

Sutradara Upi Avianto (tengah berkaus putih) dengan para pemain "My Generation" usai memberi keterangan keapda wartawan di Jakarta, Rabu (18/1). (Foto: HW)
_

Pada saat banyak produser dan sutradara berebut nama terkenal untuk memperkuat film mereka, sutradara Upi Avianto mencoba menyempal dari pakem itu. Untuk film terbarunya, My Generation, Upi sengaja memasang wajah-wajah baru yang sama sekali belum dikenal di dunia perfilman Indonesia.

Keempat wajah baru itu adalah Bryan Warow, Alexandra Kosasie, Lutesha, dan Arya Vasco. Keempatnya adalah model muda yang masih hijau di dunia akting. Upi berdalih, sengaja pemain baru agar ada regenerasi dalam film Indonesia. “Karena regenerasi pemain itu harus dimulai, nantinya mereka yang akan menjadi bibit baru,” ujar Upi ditemui di Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2017).

Untuk mendapatkan pemain-pemain muda itu Upi menelusuri melalui media social dan melakukan casting ke berbagai kota. Keempat nama di atas akhirnya terpilih dari sekian banyak calon yang diseleksi. Alexcandra Kosasih yang baru pertama kali mendapat kesempatan main film, mengaku dapat pesan di instagram untuk mengikuti casting film My Generation. Hasilnya dia terpilih.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Upi tidak begitu saja memberi kesempatan anak-anak muda itu beraksi di depan kamera. Ia bersama timnya menggodok mereka melalui proses latihan yang panjang. “Mereka harus menjalani latihan selama tiga bulan. Mungkin latihannya lebih lama daripada membuat filmnya sendiri,” kata Upi.

“Hampir tiga bulan mereka workshop, reading. So far karena mereka sangat disiplin, proses workshop dan readingnya sesuai dengan apa yang diharapkan,” tambahnya.

My Generation mengisahkan tentang persahabatan empat anak SMU – Zeke, Konji, Suki dan Orly. Ketika mengikuti liburan sekolah yang kurang berkesan, mereka mendapatkan pengalaman-pengalaman dan kejadian yang sangat berarti dalam hidup mereka. Mereka harus menghadapi dan mengatasi masalah dalam hidup yang mereka jalani. Proses syuting dari film ini akan mulai dilakukan minggu depan selama kurang lebih tiga hari. Syuting tersebut akan berlangsung di Jakarta dan Bogor.

Film ini memang menggambarkan anak-anak muda di era milenial yang sudah akrab dengan gadget dan teknologi. Akan ada dua bahasa yang dicampur-campur dalam dialog para pemainnya, yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Upi yakin penonton, terutama kaum muda akan paham dengan dialog yang diucapkan para pemainnya.

“Sekarang ini saya lihat anak-anak muda itu kan kalau ngomong dicampur bahasa Inggris. Itulah yang saya ingin capture.Anak saya saja sudah bisa bahasa Inggris tanpa harus kursus. Dia lihat youtube setiap hari” sutradara kelahiran Jakarta, 21 Juli 1972 yang pernah membuat film-film 30 Hari Mencari Cinta (2004) Realita, Cinta dan Rock’n Roll (2006) , Radit dan Jani (2008), Red CobeX (2010), Belenggu (2013), Princess, Bajak Laut dan Alien (2014) dan My Stupid Boss (2016) ini.

 

Share This: