Najwa Shihab Prihatin Dengan Isyu Perceraian Ahok

Najwa Shihab (Foto: HW)
_

Host televisi Najwa Shihab menyayangkan dan sangat prihatin terhadap issue-issue gugatan ceri Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) terhadap isterinya Veronica Tan yang saat ini sedang ramai.

Menurutnya hal itu menjadi bukan konsumsi publik dan seharusnya menjadi ranah private Ahok dan keluarganya, masih banyak sekali issue-issue penting yang banyak sekali menjadi perhatian publik, soal pilkada, money politic, soal mahar politik, soal hukum, soal Novel Basewedan yang sudah beberapa bulan ini tidak jelas bagaimana nasibnya baik kondisi matanya maupun bagaimana penyerangnya belum tertangkap.

“Ada beberapa banyak issue di negeri ini yang seharusnya menjadi perhatian, dan seharusnya tugas kita para wartawan untuk mengangkat issue yang penting ke mata publik dan bukan justru mengaburkan issue-issue yang tidak terlalu penting, dan membuat kita perhatian kita teralih ke hal-hal yang seharusnya menjadi perhatian bersama,” kata Najwa di Jakarta, Senin (8/1/2017)

“Banyak hal yang harus kita perhatikan kita telusuri jadi bukan mengurusi hal-hal yang bukan menjadi kepedulian utama negeri ini,” tandasnya.

Menjadi tantangan bagi Najwa dalam hal bagaimana memilah issue dan memilih hal yang penting menjadi menarik sehingga yang ditangkap publikpun merasa penting, “bukan malah kita menjadi penyebar issue tapi kita mencari obatnya,” ujarnya.

Najwa Shihab akan kembali menyapa penggemarnya dalam programnya yang bertajuk Mata Najwa. Najwa yang ditemui dibilangan Jakarta Selatan, Senin (8/1) mengaku bersyukur dan senang bisa tampil kembali di layar kaca menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepada dirinya terutama menyangkut tayangan Mata Najwa.

“Banyak yang bilang saya akan terjun ke dunia politik, banyak issue-issue yang berkembang diluar sana. Saya menjadi wartawan politik sejak 17 tahun lalu, mendapat kesempatan meliput pemilu langsung sejak tahun 2004, 2009, 2014 dan Insya Allah di tahun 2019 saya akan meliput pemilu secara langsung. Saya mencintai profesi saya sebagai wartawan dan akan tetap melakukan tugas saya sebagai jurnalis,” katanya.

Pengalamannya mengemas informasi dan menyampaikan informasi yang penting untuk diketahui disampaikan dalam Mata Najwa yang disetiap penampilannya kerap menangkap issue-isue yang penting berusaha menelisik politisi, dan selalu mengangkat issue anti korupsi menjadikan Mata Najwa suatu tayangan yang berusaha mengangkat issue dengan cara berani bicara dan selalu kritis dalam melihat berbagai persoalan.

Menurut Najwa, walaupun mengalami masa jeda namun Mata Najwa akan tetap hadir sesuai dengan karakter sebelumnya yang mengedepankan indenpedensi dengan format yang berbeda yang dikemas secara menarik dengan tetap memproduksi konten-konten jurnalistik, baik dalam wawancara para tokoh maupun melakukan investigasi yang juga akan diunggah ke dalam media digital miliknya.

“Dan saya percaya kolaborasi ini mampu menghasilkan program-program yang bukan hanya menghibur tapi juga cerdas dan kemasannya menarik,” ujar perempuan yang kerap di sapa Nana ini.

Mata Najwa akan hadir perdana di layar kaca pada hari Rabu, 10 Januari 2018 di Balai Sarbini dan disiarkan langsung di Trans7 yang akan menghadirkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Mereka akan bersanding bersama untuk pertama kalinya di layar kaca dengan tema Indonesia Rumah Kita. Selain itu juga menghadirkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan beberapa menteri serta sejumlah pemimpin daerah.

“Kita menyoroti bagaimana tahun politik ini yang belum dimulai saja sudah panas dan seharusnya menjadi tahun yang teduh. Suksesi pemerintahan tidak harus menjadi momok mengerikan, tapi suasana demokrasi harus mengasyikkan dan menjadi ajang untuk memilah informasi yang tepat,” tutur wanita kelahiran Makassar pada 40 tahun lalu tersebut. (Dewi)

 

Share This: