Nama Syahrini, Fadhli Zon dan Fahri Hamzah Disebut Dalam Sidang Dugaan Suap di Dirjen Pajak

_

Tiga nama terkenal, masing-masing seorang artis dan dua orang politisi, disebut -sebut dalam persidangan kasus dugaan suap pegawai pajak di Pengadilan Tipikor pada Senin (20/3) kemarin.

Ketiga nama itu adalah  Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, dan penyanyi Syahrini. Selain itu nama pengacara Eggi Sudjana juga disebutkan dalam sidang tersebut.

Nama Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Syahrini sebelumnya tercatat dalam nota yang dimiliki oleh tersangka  Handang Soekarno. Dalam persidangan Jaksa KPK membeberkan barang bukti berupa dokumen yang ditemukan dalam tas milik Handang, setelah disita KPK beberapa waktu lalu.

Dokumen tersebut berupa nota dinas yang dikirimkan kepada Handang tertanggal 4 November 2016. Di dalam isi nota dinas yang diteken Handang itu, dijelaskan bahwa surat tersebut untuk kepentingan wajib pajak atas nama Syahrini.

Nama Fadli Zon dan Fahri Hamzah juga disebut, karena keduanya akan mengikuti  program pengampunan pajak atau Tax Amnesty.

“Program pengampunan pajak yang diwakili oleh kalangan politisi di Senayan kan belum ada, jadi mereka dipilih untuk mewakili program pengampunan pajak. Mereka itu salah satu contoh panutan pada saat kita melakukan perkembangan pajak untuk kalangan politisi di DPR.  Syahrini merupakan artis yang pertama untuk menjadi model ,” bebernya.

Dalam persidangan kemarin Handang juga memaparkan kronologi penangkapan dirinya oleh penyidik KPK.  Ia menjelaskan, operasi tangkap tangan (OTT) berlangsung pada November lalu, terjadi saat dirinya pulang kerja. Berkas yang disebtkan jaksa KPK berada di dalam tas kerjanya, ketika itu.

 

Dirinya juga mengutarakan bahwa nota dinas yang ditemukan di dalam tasnya bukan terkait ketiganya melakukan indikasi pelanggaran.

“Waktu itu kan ikut evaluasi program tim monitoring. Kebetulan itu (berkas-berkas) ada di tas. Jadi itu di luar (jabatan) saya sebagai Subdit karena saya juga ikut menjadi tim monitoring evaluasi tax amnesty.  Jadi  iut dalam rangka tax amnesty bukan dalam kapasitas saya sebagai Subdit,” paparnya.

Mengenai bukti percakapan melalui  WhatsApp antara Handang dan ajudan Dirjen Pajak, Andreas Setiawan,yang menyebut-nyebut Fadli Zon,  Fahri Hamzah, dan Eggi Sudjana, Handang menjelaskan konteks percakapan tersebut hanya mengenai laporan bagi para politisi senayan untuk mengikuti program pengampunan pajak.

Sebelumnya jaksa menuding, nama-nama tersebut diduga wajib pajak yang persoalan pajaknya ditangani Handang.

 

 

Handang merupakan tersangka dugaan suap sebesar Rp 1,9 miliar yang diberikan oleh Country Director PT EK Prima (EKP) Ekspor Indonesia, Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Rajamohanan didakwa memberikan uang suap 148.500 Dollar Amerika Serikat atau setara Rp 1.998.810.000 kepada Handang Soekarno. Uang tersebut merupakan sebagian dari janji Rp 6 miliar dengan Handang untuk membereskan masalah pajak PT EKP.

Permasalahan pajak yang dihadapi PT EKP antara lain pengajuan pengembalian kelebihan bayar pajak (restitusi), Surat Tagihan Pajak Pajak Pertambahan Nilai, Penolakan Pengampunan Pajak (tax amnesty) dan Pemeriksaan Bukti Permulaan pada Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA Enam) Kalibata dan Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta.

Share This: