Ng Fenny kembali jalani pemeriksaan di KPK

_
Ng Fenny saat memasuki gedung KPK

JAKARTA, BALAIKITA.COM– Ng Fenny kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus suap terkait dengan uji materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Hari ini terdapat kebutuhan pemeriksaan Ng Fenny sebagai saksi untuk tersangka Patrialis Akbar (PAK),” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Dirinya mengungkapkan bahwa detail pemanggilan Ng Fenny untuk hari ini oleh KPK dengan tujuan untuk mendalami rangkaian peristiwa dan peran saksi di perusahaan trkait denga indikasi pemberian suap pada PAK.

“Kami terus mendalami rangkaian peristiwa dan peran saksi di perusahaan trkait dengan indikasi pemberian suap pada Hakim MK, PAK,” ujarnya.

Ng Fenny sendiri menjalani pemeriksaan kurang lebih selama 1 jam sejak pukul 11.25 s.d. 12.45. Saat dirinya hanya melemparkan senyum kepada wartawan.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Ng Fenny dan Basuki Hariman atas tuduhan memberikan suap kepada Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), PAK.

Dalam perkara ini, Patrialis Akbar disangkakan menerima suap dari tersangka Basuki Hariman (BHR) ‎bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan sekretarisnya yang juga berstatus tersangka yakni NG Fenny (NGF).

Patrialis Akbar dijanjikan uang sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu terkait pembahasan uji materi UU No 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan oleh Basuki.

‎Diduga uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu itu sudah penerimaan ketiga.

Sebelumnya sudah ada penerimaan pertama dan kedua.

Serangkaian Operasi Tangkap Tangan 9OTT) pada 11 orang terjadi ‎di tiga lokasi di Jakarta, Rabu (25/1/2017) pukul 10.00-21.30 WIB.

Dalam OTT ini, KPK juga mengamankan barang bukti berupa dokumen pembukuan perusahaan‎, voucer beli mata uang asing, dan draf putusan perkara Nomor 129 yang diamankan di lapangan golf, Rawamangun.

Atas perbuatannya Patrialis dan Kamaludin diduga sebagai penerimaa suap dijerat dengan Pasal 12 huruf c atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara tersangka Basuki dan NG Fenny sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Paasal 13 UU No 31 tahun 1999 diubah dengan UU No 20 tahun ‎2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Share This: