“Nonton” Film “Setan Jalanan” di Radio Gen FM

Kiri-kanan: Pemain film radio "Setan Jalanan", Abimana Aryasatya, Chelsea Islan dan Deva Mahendra (Foto: HW)
_

Film lazimnya adalah media audioisual. Audio (suara) dan visual (gambar). Untuk menikmatinya kita harus menyaksikan melalui layar dan suara yang dipancarkan dari pelantang (speaker).

Produser, pencipta dan karakter film radion “Setan Jalanan” (Foto: HW)

Tetapi yang diberikan radio GEN 98’7 fm kepada pendengarnya adalah “film radio”, sebuah film yang disiarkan melalui radio. Artinya orang yang ingin menikmati isi di dalamnya cukup mendengarkan cerita melalui radio (tanpa visualisasi).

Istilah “Film Radio” memang diperkenalkan oleh Gen FM untuk program sandiwara radio yang dibuat. “
“Perbedaannya ada pada treatmennya. Kalau sandiwara radio di masa lalu narasi berperan menyampaikan suasananya. Kalau di sini gambaran itu terdapat dalam sound effect, dan permainan emosi dari pemain,” kata Adrian Syarkawie, Presiden Direktur GEN 98’7 fm.

Istilah film radio muncul karena para pemainnya memang terdiri dari para bintang film. Bahkan untuk film radio “Anak Jalanan” yang diangkat dari komik karya Franki Indrasmoro Sumbowo (Pepeng), sebagian pemainnya adalah bintang-bintang film terkenal seperti Chelsea Islan, Deva Mahendra, Abimana Aryasatya dan Shareefa Danish.

Pemilihan nama-nama terkenal itu selain untuk menarik perhatian pendengar, juga menjadi tantangan bagi para pemain film sendiri yang harus berakting hanya melalui dialog.

Film Radio akan sangat berbeda dengan sandiwara radio yang sangat terkenal di masa lalu seperti Saur Sepuh misalnya, yang menggunakan narator untuk menyampaikan suasana adegan atau pergerakan pemain.

“Sekarang tidak ada narasi, bagaimana pemain membawakan seperti di film. Karena kita memang konsepnya film. Kita libatkan pemain film. Buat mereka ini memang tantangan yang luar biasa. Komunikasi di film dan komunikasi di radio berbeda. Ngomong aduh aja sudah bisa menggugah pendengar,” tambah Adrian Syarkawie.

Para pemain juga merasa mendapat tantangan yang berbeda dengan berperan di film.

“Kalau di film kita take dulu, setelah jadi baru ada beberapa proses dubbing untuk dialog yang mungkin ada problem. Tapi kita sudah tahu visualnya, emosinya, tinggal repeat, mengulang kembali. Drama radio readingnya hari itu juga. Setelah baca kita langsung take. Pastinya bedalah,” kata Chelsea Islan.

Film radio Setan Jalanan mengisahkan tentang seorang mahasiswa yang punya kehidupan lain sebagai jagoan pembela kebenaran. Dengan kostum sangar dan motor canggih dia melibas para penjahat dan menolong mereka yang terancam jiwanya.

“Kalau Setan Jalanan ini inspirasinya dari keresahaan salah satu warga yang sering seliweran di Jakarta. Banyak ketidak perdulian di Jakarta ini. Dari situ sebenarnya,” kata Franki “Pepeng” Indrasmoro yang selama ini dikenal sebagai dummer grup band Naif.

Bagi GEN 98’7 serial Anak Jalanan yang akan dibuat sebanyak 10 episode bukanla film radio pertama yang dibuat. Sebelumnya pada Ramadhan tahun 2015 lalu radio ini pernah membuat program yang sama berjudul Ramadhan di Atas Awan yang dibintangi oleh Zaskia Adya Mecca, Chicco Jericho, Abimana Aryastya dan Giring Ganesha.

Selama film radio itu diputar, total post dengan hastag #Ramadandiatasawan mencapai 3.800 psot. Antusiasme pendengar terlihat dari tingginya permintaan pendengar agar cerita itu diputar kembali.

Selanjutnya ada film radio Jatuh Hati yang diperankan oleh penyanyi Raisa dan Maruli Tampubolon sebagai prekuel dari film bioskop Terjebak Nostalgia. Total streaming di hari pemutaran Jatuh Hati lebih tinggi dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Di sosial media ada 14 juta pengguna twitter dan instagram yang melihat postingan #FILMRADIO.

Setelah mengeluarkan drama cinta, GEN 98,7 fm mengeluarkan film radio bergenre misteri berjudul Keluarga Tak Kasat Mata di bulan Mei 2017, yang diangkat dari thread Kaskus terkenal, yang ditulis oleh Genta.

Bila melihat tingginya minta pendengar terhadap film radio, tidak tertutup kemungkinan masyarakat kembali akan menggemari sandiwara radio atau film radio, yang pernah populer di tahun 80-an.

Share This: