Miryam S Haryani Sakit, Batal Dikonfrontir dengan Penyidik KPK

_

Rencana Majelis Hakim Tipikor untuk menkonfrontir penyidik KPK dengan mantan Anggota Komisi II Fraksi Hanura Miryam S Haryani, batal, karena Miryam dikabarkan sakit. Dalam surat keterangan sakit yang dikeluarkan dari RSP Fatmawati menerangkan, Miryam perlu beristirahat selama 2 hari dikarenakan sakit.

“Jadi hari ini sidang untuk mempertemukan Miryam S Haryani dan penyidik KPK dibatalkan, karena Miryam sedang sakit. Ada surat dari rumah sakit,” kata Ketua Majelis Hakim Tipikor, John Butar Butar di Pengadilan Tipikor, Senin (26/3).

“Saya kira sudah kita pahami konteks kita mendengar verbal lisan jadi kehilangan. Majelis sementara berpendapat persidangan kita tangguhkan untuk kemudian dilanjutkan pada persidangan hari kamis. Supaya persidangan kita tidak terhalang sambil mengharap kepastian,” Butar Butar menambahkan.

Novel Baswedan sendiri sudah hadir sejak pagi di Pengadilan Tipikor Pusat, Jalan Bungur Jakarta Pusat. Novel mengaku siap memberi keterangan yang sebenarnya terkait pemeriksaan Miryam H Harnyani .

Sebelum masuk ke ruang sidang Novel sempat diwawancari wartawan, yang menanyakan sejauh mana kebenaran keterangan Miryam, dan persiapannya untuk menghadapi persidangan. Maklum, isyu tentang tekanan maupun intimidasi penyidik terhadap saksi atau tersangka di institusi lain, sering terdengar sejak dulu.

“Saya kira persiapan biasa ya. Penyidik ketika mau dikonfirmasi, dimintai keterangan atau diproses enggak masalah bagi saya. Pada dasarnya seperti itu. Dan penyidik meyakini, memahami sekali proses yang dilakukan dengan proporsional dan profesional. Jadi saya yakin dan gak ada persiapan khususnya,” kata Novel saat datang di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Sedianya hari ini Miryam akan dikonfrontir dengan penyidik KPK. Seperti diketahui, pada Kamis lalu (23/3) pada persidangan ketiga, Miryam mengaku tertekan terhadap sikap penyidik sehingga terpaksa membuat kesaksian palsu dalam berita acara pemeriksaan. Menurut Miryam, keterangan yang diberikan hanya untuk menyenangkan penyidik, agar dia cepat saya keluar ruangan. Selain Novel Baswedan, penyidik KPK lainnya yang memeriksa Miryam adalah Ambarita Damanik, dan Susanto.

Menurut dia, sebenarnya tidak pernah ada pembagian uang ke sejumlah anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagaimana yang dia beberkan sebelumnya kepada penyidik. “Biar cepat saya keluar ruangan, terpaksa saya ngomong asal saja,” ungkap Miryam pada Kamis lalu (23/3).

Namun Majelis Hakim merasa ada yang janggal terhadap bantahan Miryam. Sebab, dalam BAP Miryam dapat menjelaskan secara rinci kronologi penerimaan uang dalam proyek e-KTP.Bahkan, Miryam menyebut nama-nama anggota DPR lain yang ikut menerima suap. Karena itulah Majelis Hakim memanggil Novel untuk dikonfrontir dengan Miryam.

Novel  membantah telah melakukan tekanan pada Miryam. Untuk menjawab tuduhan Miryam, Jaksa Penuntut dari KPK, akan memperlihatkan rekaman saat Miryam diperiksa. “Tidak ada. Rekan-rekan bisa melihat bagaimana keterangan itu diberikan di persidangan. Nanti dilihat di penuntut karena saya tentunya hadir untuk memberi keterangan tentang proses penyidikan yang dilakukan,” kata Novel.

 

Share This: