Pafindo Siap Bekerjasama Dengan Pemprov DKI

Ketua Pafindo RM Bagiono (baju biru) bersama Asisten Deputi Gubernur Bidang Budaya, Agus Suradika. (Foto: HW)
_

Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) menyatakan siap bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, untuk mensukseskan program-program kebudayaan di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Pafindo, RM Bagiono, usai melakukan pertemuan dengan jajaran pejabat di Pemprov DKI, Rabu (5/9/2018/) siang. RM Bagiono didampingi oleh beberapa pengurus dan anggota Pafindo, sedangkan Pemprov DKI diwakili oleh Deputi Gubernur Bidang Budaya, Agus Suradika, dan beberapa Kepala Dinas (SKPD) DKI.

Pengurus dan anggota Pafindo di Balaikota DKI, Rabu (5/9) siang. (Foto: HW)

Pengurus dan anggota Pafindo yang ikut mendampingi RM Bagiono antara lain Kusumopriyono, Rensi Milano dan Roby Bo (Pengurus Pafindo), Tara Adia (artis), Ubay (sutradara), Amanda Dewi (produser) dan beberapa lainnya.

Dalam pertemuan RM Bagiono menjelaskan, saat ini Pafindo memiliki 700 anggota yang terdiri dari berbagai unsur profesi perfilman. Anggota Pafindo siap menawarkan gagasan-gagasan kreatif untuk membantu program kebudayaan pemerintah DKI Jakarta, khususnya yang berkaitan dengan perfilman.

“Kalau Pemprov memerlukan karya-karya kreatif untuk mempromosikan pariwisata di Jakarta misalnya, kami siap membantu. Atau apa pun yang ada kaitannya dengan perfilman, kami punya anggota yang bisa menyumbang gagasan,” kata Bagiono.

Anggota Pafindo yang selama ini bergerak dalam produksindan festival film, Dewi amanda mengungkapkan, selama ini pemerintah seperti kurang perduli dengan perfilman. Banyak film yang tidak mendapatkan kesempatan yang baik untuk main di bioskop, sehingga banyak produser dirugikan.

“Di Malaysia setiap film lokal wajib tayang selama dua minggu di bioskop. Di sini kadang cuma dua hari, sehingga produser banyak yang rugi biaya dan tenaga. Cobalah pemerintah, khususnya di DKI ini ikut membanti cari solusi dari permasalahan tersebut,” kata Amanda.

Menanggapi masukan dari Amanda Dewi, Agus Suradika mengaku sudah mendengar permasalahan tersebut dari bernagai pihak, ia berjanji akan membantu mencari penyelsaiannya.

“Keluhan tidak hanya dari Pafindo, tapi kami juga ada dari pihak lain. Banyak pembuat film mengeluh, karena film sulit tayang di XXI. Kita akan memdiasi untuk mencari jalan supaya film kita wajib tayang minimal 4 hari. Memang ada mekanisme pasar. Kita akan carikan solusi,” kata Agus.

Mengenai keinginan Pafindo untuk bekerjasama, menurut Agus, Pemprov DKI akan sangat terbuka. Banyak kegiatan Pemprov yang bisa diisi oleh masyarakat. Tetapi mengenai program-program yang menyangkut anggaran, siapa saja boleh ikut karena melalui tender.

“Pemerintah akan senang bila masyarakat terlibat, apalagi organisasi artis seperti Pafindo. Gubernur juga siap menampung aspirasi seperti ini,” kata Agus.

Tidak berpolitik

Menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan, tentang apakah Pafindo tidak khawatir dituding berpolitik, karena di tahun politik ini segala sesuatu yang berhubungan dengan pemerintah, selalu dikaitkan dengan politik, RM Bagino menepis anggapan itu.

“Saya tegaskan, kami Pafindo tidak berpolitik. Dalam arti organisasi kami netral. Kalau ada anggota yang ikut partai politik, itu pribadi, hak masing-masing. Saya pun kalau suatu saat bergabung dalam partai politik, tidak akan membawa-bawa nama organisasi. Organisasi kami hanya bergerak di bidang kesenian, kebudayaan, khususnya film,” tandas Bagiono.

 

 

 

 

 

 

 

.

Share This: