Pagelaran Fashion Karya Anna Mariana di Pusdiklat Kejagung

_

Menjelang tampil di panggung International Couture Collections di DC Fashion Week, Washington DC, 25 Februari 2018, designer tenun dan songket Anna Mariana mengadakan ‘pemanasan’ dengan menggelar karya terbarunya di tengah acara Rapat Kerja Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan Agung, 14 Desember 2017.

Sebanyak 60 karya ditampilkan . Pagelaran berlangsung di panggung terbuka, di hadapan ibu-ibu Dharmakirini Kejagung.

Anna Mariana (memegang karangan bunga) di tengah peragawan / peragawati dan pejabat dari Kejagung RI usai pagelaran busana di Pusdiklat Kejagung, Ragunan, Kamis (14/22) – Foto: Dudut Suhendra.

“Saya menampilkan koleksi tenun dan songket dari seluruh wilayah Nusantara, tentu termasuk songket Betawi! Saya juga mengembangkan desain tenun dan songket terbaru dari Yogya, Solo dan juga Papua,” ungkap Anna di Pusdiklat Kejagung, Ragunan Pasar Minggu Jakarta, Kamis (14/12/2017) pagi.

Sebelum ini, menurut yang pada September lalu baru meraih gelar Phd dari University of Georgia Netherland ini , baik di Jawa maupun Papua tak ada songket dan tenun yang handmade. Dari situlah, ia kemudian berinisitaif menyebarluaskan pembuatan songket ke daerah-daerah langka, seperti Solo, Yogya dan Papua.

“Ini pengembangan baru karya saya untuk kain tradisional Indonesia, setelah saya meluncurkan tenun dan songket Betawi,” ungkap Anna sambil menyebut songket Betawi karyanya sudah dipakai Pak Jokowi saat Lebaran Betawi 30 Juli 2017.

“Bentuknya cukin, yakni selendang yang dikenakan untuk para lelaki. Berwarna kuning, pada motifnya terdapat ornamen ondel ondel dan Monas!” tambah Anna.

Bicara mengenai pengembangan kain songket, Anna menyebut, ia mengaku terpancing lebih kreatif berkarya setelah berbincang dengan anak-anak Sri Sultan dari Yogya maupun para sesepuh Kasunanan Solo.

“Mereka mengharapkan munculnya tenun dan songket yang khas, meskipun sudah ada tenun dalam bentuk lurik, namun belum bisa mengembangkan ke motif yang lain. Saya sebetulnya sudah terpikir lama soal ini, namun belum terlaksana karena masih konsentrasi pada produksi tenun dan songket Betawi,” ujar Anna,

Anna yang juga sedang dalam proses membuat design Batik Papua mengatakan, proses pengerjaan untuk Papua terpaksa dilakukan di Jakarta. Karena di sana SDM langka, di samping jarak tempuh terlalu jauh jika proses produksi dilaksanakan di Papua.

“Terlebih seniman binaan terbesar saya ada di Bali. Saya masih terus melatih banyak penenun dari Jakarta yang dibawa Bali. Setelah mahir, mereka akan ditempatkan lagi di Jakarta untuk melatih generasi penenun baru. Bersama Badan Musyawarah Betawi, kami ada rencana membuka pusat pelatihan dan pengembangan tenun songket di Situ Babakan, Jakarta Selatan. Insya Allah tahun 2018 sudah running dan kita sudah punya binaan yang terlatih.”

Dalam fashion show di IAD yang koreografinya ditangani Ati Ganda, karya busana tenun dan songket Anna Mariana akan diperagakan para model anggota IAD. Busana ini terdiri dari gaun panjang untuk pesta maupun gaun untuk acara casual.

Di tengah fashion show, ditampilkan lagu dan tarian daerah, juga koleksi busana pengantin berbagai propinsi di Indonesia. Untuk bagian ini Anna Mariana mengajak Bactiar Jamaluddin dari Busana Betawi.com untuk berkolaburasi. Sekedar catatan, Bactiar memang merupakan pakar untuk busana pengantin daerah.

Untuk memeriahkan acara, Anna juga mengajak Ita Purnamasari sebagai bintang tamu.

“Jadi bisa dibilang ini fashion show yang lebih megah dan lengkap,” ungkap Anna.

Pagelaran Budaya tersebut dimeriahkan oleh artis dan Iis Soegianto yang tampil dalam peragaan busana, dengan mengenakan Tenun dan Songket karyanya.

DC Fashion Week

Mengenai rencana ke DC Fashion Week Washington di Amerika Serikat, Anna terlihat sangat anthusias. Ia akan tampil pada puncak acara bergengsi yaitu pada International Couture Collections. Di mana yang bisa tampil di panggung ini biasanya para perancang yang tergolong sudah mapan. Di sini Anna akan diberi kesempatan untuk menampilkan 10-20 busana, dan salah satunya merupakan baju pengantin internasional berbahan dasar tenun.

“Buat masyarakat barat, tenun dan songket itu sangat eksotis. Karena di daerah mereka, tak ada lagi proses pembuatan kain secara handmade seperti tenun dan songket. Beberapa klien saya orang Barat memang memburu kain tenun, karena ini sesuatu yang langka juga mahal. Ini bukan hanya untuk koleksi, bahkan suatu hari bisa dijadikan investasi!”

Bagi Anna menggelar fashion show di Amerika bukan sekadar gaya gayaan untuk pamer karya. Lebih penting lagi memperlihatkan kepada dunia tentang kekayaan budaya asli Indonesia yang tak ada duanya. “Harapan saya, karya designer yang mengangkat budaya lokal Indonesia semakin berkibar dan terus mengangkat nama Indonesia di kancah fashion dunia Internasional!”

Keberangkatan Anna Mariana ke Amerika ini juga merupakan kerja sama dengan Indonesian Kids Performing Arts (IKPA), sebuah organisasi nirlaba yang independen dan peduli pada pendidikan anak-anak warga komunitas Indonesia yang tinggal di Washington. IKPA sepanjang dua hari (23 dan 24 Februari 2018) akan menggelar acara di mana di dalamnya ada charity, bazar juga pagelaran kebudayaan.

“Anna Mariana juga akan menggelar karyanya di sini, di samping fashion show ada penampilan penyanyi dengan lagu daerah dan tarian daerah. Pementasan di sini kami rasa penting, karena akan disaksikan banyak orang Indonesia maupun warga masyarakat Washington, termasuk anak-anak Indonesia yang lahir dari perkawinan campuran, di mana mereka sedikit sekali mengenal budaya Indonesia,” ujar Indri dari Studio 26, Event Organizer milik Ati Ganda yang mempersiapkan Anna Mariana Goes To Washington.

Share This: