“Palelopeyank” Album Perlawanan Slank Terhadap Haters

Grup musik Slank, memberikan keterangan kepada wartawan ketika peluncuran album "Palelopeyank" di markas Slank, Jalan Potlot Duren Tiga Jakarta, Selasa (7/2) siang. - Foto: HW
_

Situasi politik akhir-akhir ini semakin memanas. Hoax dan ungkapan-ungkapan kebencian yang tidak rasional, bisa ditemui hampir setiap saat di media sosial. Sebagai seniman, Slank yang juga dikenal mendukung salah satu calon gubernur di Jakarta, memiliki cara sendiri untuk melawan orang-orang yang hidup dengan hoax dan kebencian, yaitu dengan menciptakan lagu.

Lagu berjudul “Palelopeyank”, merupakan bentuk “perlawanan” Slank kepada pihak-pihak yang selama ini gencar mengumbar hoax dan kebencian. “Palelopeyank” merupakan jargon baru dari Slank untuk melawan para penghujat yang sering menyebarkan berita bohong / hoax.

“Kita punya panggilan bareng untuk orang yang suka mengadu domba, suka mengumbar dengan kata-lata kebencian. Kita santai menghadapinya tapi kita panggil orang itu “palelu peyank” . Kita enggak usah terpancing emosi. kita santai aja nanggapinnya, kita bilang aja pelelu peyang,” kata drummer Slank, Bimbim dalam peluncuan album yang diberi nama Palelopeyank, di markas Slank, Jalan Plotot Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (7/2) siang.

Palelopeyank merupakan sebuah album yang berisi 12 lagu terbaru dengan tensi tinggi di dalamnya. Lirik yang terdapat di setiap lagu terasa tajam dengan balutan musik rock. Lagu-lagu yang terdapat dalam album itu antara lain: Palelopeyank, NgeRock, Rock n Roll Terus, Orang Merdeka, Hutan Karma, Party di Bali, Slanky Honey, Terlalu Pahit, Santai Blues,  dan Menolak Tua.

Dalam album ke 22 di usia Slank yang ke-33 ini gitaris Slank Abdy Negara tidak terlibat karena masih dalam masa pemulihan sakitnya. Dalam beberapa tahun ini Andy memang menderita sakit ginjal dan harus menjalani cuci darah.

Namun demikian tidak mengurangi semangat para personil untuk menghasilkan album terbaik. “Kita merasa Abdy tetap ada, dan walau pun tanpa Abdy, kita merasa tetap kuat dan kompak, bergandengan tangan untuk melawan para haters,” kata Bimbim.

“Kita memang sedih karena ini pertama kalinya Abdy tidak terlibat dalam album yang kita buat. Tetapi Abdy tetap menjadi bagian kami. Dia ada di dalam hati kita,” kata Ridho, gitaris Slank.

Yang menarik, album yang diedarkan di seluruh gerai ayam goreng di Indonesia ini, melibatkan Steve Lilywhite, produser rekaman yang pernah menangani Rolling Stones, U2 dan banyak grup musik atau musisi terkenal lainnya di Amerika.****

 

 

 

Share This: