Panitia FFI 2018 Tiru Pantap FFI di Era Deppen

Ketua Komite FFI 2018 - 2020 Lukman Sardi dan Wakil Ketua BPI Dewi Umaya Rahman, (Foto: HW)
_

Festival Film Indonesia (FFI) 2018 akan segera dimulai. Berbeda dengan penyelenggaran tahun-tahun sebelumnya sejak tahu 2004, mulai tahun lnl FFI akan dilaksanakan oleh Komite FFI yang bekerja selama tiga tahun (2018-2020), dan akan bekerja sepanjang tahun.

Dalam kerjanya Komite FFI akan dan fokus pada usaha-usaha untuk meningkaikan kualitas film Indonesia, untuk memperkuat sisi budaya dan estetika film.

Komite FFI dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), dengan Ketua Lukman Sardi, dengan anggota pengurus: Catherine Keng (Sekretaris), Edwin Nazir (Keuangan & Pengembangan Usaha), Lasja F. Susatyo (Program), Nia Dlnata (Penjurian), dan Coki Singgih (Komunikasl).

“Sebagai entltas yang berfokus dan benanggung jawab dalam penlngkatan kualitas, keberhasilan Komlte FFI hanya dapat dicapal melaIul kolaborasi keahllan dan sumber daya dengan entltas dart pemangku kepentlngan Iain. Dalam penyelenggaraan program penghargaan Piala Citra, misalnya, kaml merangkul mulai dart Pusbang Film, Bekraf, LSF, BPI, asosiasi profesl, komunitas, Iembaga pendldlkan, dan media,” kata Lukman Sardi dalam Peluncuran FFI 2018 di Bioskop Metropole Jakarta, Senin (1/9/2018) malam.

Wakil Ketua BPI Dewi Umaya Rahman menambahkan, Komite ini sudah dibicarakan sejak lama, dan dibikin rancagannya selama tiga tahun.

“Kita juga membuka kesempatan pihak lain untuk terlibat,” kata Dewi Umaya.

FFI tahun ini rencananya akan diadakan Jakarta, Desember mendatang. Namun Lukman Sardi belum memastikan tanggalnya.

Film-film peserta FFI tidak perlu mendaftar. Film-film yang telah main di bioskop antara tanggal 1 Oktober 2017 hingga 30 September 2018 akan dicatat sebagai peserta dan akan diseleksi hingga mencapai 25 judul, kemudian dinilai oleh Dewan Juri.

Anggota Dewan Juri diambil dari asosiasi profesi perfilman yang terdaftarn di BPI. Selain itu akan ada Juri yang dipilih dari kalangan budayawan, sosiolog maupun kritikus film.

“Dengan adanya juri mandiri ingin memperkaya penilaian agar menghasilkan film pemenang yang bukan saja bagus secara teknis, tetapi memiliki muatan yang baik,” kata Lukman Sardi.

Secara umum tidak ada perubahan dalam komposisi maupun teknis penjurian. Hasil penilaian para juri akan diserahkan kepada Delloite. Akuntan publik itu yang akan menentukan pemenangnya.

Selain soal penjurian, Lukman juga menyampaikan tentang pentingnya kritik film, sebagai apresiasi atas hasil kerja produser maupun sineas. Oleh sebab itu, mulai tahun ini Komite FFi kembali akan mengadakan lomba kritik film.

Bukan baru.

Pembentukan Komite FFI sebenarnya bukan hal baru dalam pelaksanaan FFI. Tahun 1988 – 1992, ketika film masih di bawah Departemen Penerangan (Deppen), dibentuk Pantap FFI sebagai pelaksana FFI.

Cuma bedanya Pantap FFI yang diketuai oleh Ketua Dewan Film, HM Johan Tjasmadi dan beranggotakan Dr. Salim Said (Kabid Hubungan Luar Negeri), Tb. Maulana Husni (Kabid Penjurian), Galeb Husen (Kabid Acara) dan Ilham Bintang (Kabid Humas), bekerja selama 5 tahun.

Pembentukan Pantap FFI yang bekerja sepanjang tahun, diharapkan lebih fokus dalam menangani FFI. Alasan yang hampir sama juga mengemuka dalam pembentukan Komite FFI 2018 – 2020.

“Kalau panitia FFI sebelumnya kan gonta-ganti. Sekarang selama tiga tahun orangnya sama, supaya fokus,” kata Lukman Sardi.

 

 

 

Share This: