Para ABK Dilatih Hidup Mandiri

balai-kita-photo-komunitas-3
_

Dalam menangani anak ABK terdapat tiga program yang dijalankan Rumah Autis yaitu Terapi, Sekolah Kemandirian Fungsional (SKF), serta Balai Latihan Keterampilan (BLK).

Dalam melaksanakan kegiatanya, para ABK melakukan terapi motorik dengan Kegiatan berlatih jalan pada penderita syaraf gangguan motorik. Lalu, program kedua Sekolah Kemandirian Fungsional (SKF) ini membimbing anak ABK agar dapat melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, mandi, secara mandiri. Selanjutnya, ada program Balai Latihan Keterampilan (BLK) yang bertujuan melatih anak ABK agar mampu berproduktif. Kegiatan BLK ini menghasilkan produk telur asin untuk kemudian dijual kembali.

Program Rumah Autis ini menyediakan beasiswa full bagi ABK yang berasal dari keluarga tidak mampu, membayar sebagian atau subsidi, serta non beasiswa bagi ABK yang mampu.

Pendanaan Rumah Autis ini berasal dari donatur, team fundrising melalui sms centre, penjualan kalender sampai telur asin yang dibuat oleh ABK.

“Anak autis atau ABK ini perlu mendapat penanganan yang berbeda, tidak bisa diperlakukan sama karena autisme sangat beragam macamnya,” tutur Bu Ajeng dalam diskusi di Rumah Autis.

“Angka penyandang autis semakin meningkat setiap tahunnya. Kedepannya, diharapkan semakin banyak orang yang peduli akan keberadaan anak penyandang autis atau ABK. Hal ini bertujuan agar informasi mengenai ABK dan penanganannya dapat diketahui masyarakat luas.” Ungkap Junizar

Share This: