Pariwisata Babel Mulai Dibuka Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Berbasis CHSE

_

Pariwisata merupakan salah satu penggerak ekonomi yang sangat penting di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Sampai Januari 2020 tercatat 40 ribu wisatawan datang ke Babel. Namun semenjak merebak pandemi corona di seluruh dunia, pariwisata di Babel mendadak anjlok. Hal ini menimbulkan dampak yang sangat besar bagi pelaku pariwisata, khususnya penerbangan, hotel dan restoran.

“Jika sektor pariwisata dari sekarang tidak dihidupkan, bagaimana sektor ekonomi bergerak. Apalagi Provinsi Bangka Belitung sangat tergantung pada pariwisata,” kata Plt. Kadisbudpar Provinsi Babell, Darlan, dalam sambutannya pada Sosialisasi CHSE di Hotel Santika Pangkal Pinang, Rabu (9/9/2020) pagi.

CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety dan Environmental Substainability) adalah protokol baru dalam bidang kepariwisataan. Acara itu dohadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Infrastruktur Hari Santosa Sungkari dan Direktur Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Oni Yulfian. Peserta terdiri dari  para pelaku wisata di Babel, seperti pengelola tempat wisata, hotel maupun homestay.

Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur
Hari Santosa Sungkari. Tampil sebagai
pembicara Perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel Hastuti M.Sc dan Ketua Prodi Administrasi Hotel STP NHI Bandung, Pudin Saepudin, S.ST.Par..MP.Par .

Dalam kesempatan itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyerahkan bantuan alat-alat pendukung protokol kesehatan secara simbolis. 

Hari berpesan, agar pemerintah daerah bisa menciptakan hubungan emosional dengan orang asing. Misalnya, sisa-sisa tambang timah yang dulu dikelola oleh orang asing, bisa dijadikan destinasi wisata untuk orang asing, anak/cucu pemilik tambang dulu.

Babel sendiri telah membuka pariwisata, ditandai dengan melaunching video new normal pada I Juli 2020 lalu.

Pariwisata Babel diprediksi akan meningkat bila dua kawasan ekonomi (KEK), masing-masing Tanjung Kelayang dan Sukapura sudah dibuka. Selain itu Belitung akan ditetapkan sebagai geopark global oleh Unesco.

Di Pulau Bangka ada 2 KEK, yakni di Sukapura dan KEK Tanjung Gunung. Keduanya sudah diusulkan Dewan KEK Nasional.

“Jika itu terwujud akan tumbuh perekonomian yang pesat di Babel. Apalagi meskipun ada beberapa etnis, tetapi di Babel tidak ada konflik horizontal,” kata Darlan.

Dalam kesempatan ini, beberapa pengelola tempat wisata yang hadir meminta agar dibantu logistik untuk kebutuhan penerapan protokol kesehatan, terutama hand sanitizer untuk pengunjung, yang memakan biaya cukup besar.

Menjawab permintaan peserta, Perwakilan  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel dr. Hastuti M.Sc mengatakan, pemberian logistik pendukung protokol kesehatan hanya diprioritaskan untuk petugas kesehatan. Pelaku pariwisata yang membutuhkan logistik kesehatan hendaknya berkoordinasi dengan Kemenparekraf.

Share This: