Pasca Kebakaran Andri dan Keluarganya Hanya Makan Mie Instan Sekali Sehari

_

Andri tak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Hampir semua harta bendanya ludes, selain karena terbakar, sisanya telah dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Segala upaya untuk meminta bantuan kepada pemerintah telah dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil.

Rumah keluaega Andri yang kebakaran, (Foto: Dok. Pribadi)

“Saya bingung harus kepada siapa lagi kami meminta bantuan, kalau bukan kepada pemerintah Pandeglang.
Kami berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat, untuk membantu kami, apa kami harus menunggu terlantar kehujanan atau kepanasan?” keluh Andri ketika ditemui di tempat tinggalnya sementara, di rumah tetangganya, Selasa (7/5/2019) siang.

Segala penderitaan yang dialaminya berawal dari kebakaran yang melanda rumahnya, di Pasir Pendey RT,03 / RW 07 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Pucung Pandeglang, Banten, pada Kamis, 4 April 2019 lalu. 

Andri (kanan)

Ketika itu kebakaran hebat bukan saja menghanguskan seluruh rumah dan sebagian harta bendanya, bahkan dua orang kakaknya menjadi korban terbakar parah, sehingga salah seorang di antaranya meninggal dunia.

Pasca kebakaran itu Andri dan keluarganya tidak punya apa-apa lagi.

“Untuk hidup sehari-hari saja susah. Sekarang kami tidak memiliki tempat tinggal lagi. Sekarang kami tinggal dari rumah tetangga ke rumah tempat tetangga berpindah-pindah,” tutur Andri.

Pasca kebakaran dia sudah berusaha menenui dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten Pandeglang untuk meminta bantuan, tetapi sampai saat ini bantuan tidak pernah diterima.

“Saya sudah coba mengajukan kepada pemerintah Desa Cililitan, menurut Kepala Desa Cililitan, Arif Riva’i pengajuan saya sudah disampaikan kepada Dinas Sosial Kecamatan Picung melalui Rohadi, aparat desa, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata Andri.

Namun penjelasan dari Rohadi, pengajuan perlu diproses, itupun kalau anggaran pemerintah ada, karena yang tertimpa musibah kebakaran dan angin petung beliung bukan hanya satu.

Pada hari kedua Andri dan keluarbanya hanha mendapat bantuan pakaian dan makanan saja dari pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Saya tidak bisa menjanjikan ada bantuan untuk pembangunan. Tugas saya hanya membuat proposal dan mengusulkan saja melalui dinas terkait,” kata Andri menirukan ucapan Rohadi.

Andri dan keluarganya sudah berusaha mengumpulkan sedikit-sedikit dimiliki, tetapi hasilnya hanya cukup buat makan saja.

“Saya berharap kepada Bapak Gubernur Banten, agar mengintruksikan Dinas Sosial Provinsi Banten untuk membantu kami. Sekarang saja kami hanya bisa makan satu hari dengan Indomie rebus,” ungkapnya. (Laporan M. Rohim, Pandeglang)

Share This: