Pasca Kecelakaan di Pucak, Komisi V DPR akan Panggil Menteri Perhubungan

_

Kecelakaan tragis kembali terjadi di kawasan Pucak, Bogor. Sebuah bus yang remnya blong menabrak beberapa kendaraan roda empat dan roda dua, sebelum bus itu terguling. 12 korban tewas dan beberapa luka-luka. Kecelakaan ini hanya dua minggu berselang setelah kecelakaan yang merenggut 4 korban jiwa juga di jalur Puncak.

Meliat kecelakaan yang berulang kali terjadi di Puncak, Komisi V berencana akan memanggil Menteri Perhubungan untuk mempertanyakan persoalan klasik yang kerap terjadi di kawasan Puncak.

“Kepada keluarga yang mengalami kecelakaan, semoga diberikan kesabaran. Sedangkan kepada perusahaan bus pariwisata, harus ada sanksi tegas. Kalau perlu izin operasinya dicabut,” ungkap Anggota komisi V DPR RI, Moh. Nizar Zahro, di Jakarta, Minggu (30/4/2017)

Politisi yang juga Ketua Umum PP Satria (Satuan Relawan Indonesia Raya) Partai Gerindra ini menilai, bus pariwisata yang mengalami kecelakaan karena rem blong seperti yang terjadi di puncak bogor, patut diinvestigasi mengenai uji KIR nya.

Berdasarkan pasal 48 hingga pasal 55 UU No. 22/2009 tentang Lalin dan Angkutan Jalan, uji KIR dilakukan terhadap kendaraan bermotor kendaraan penumpang umum, mobil bis, mobil barang kendaraan khusus, kereta gandengan dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan umum.

“Kalau busnya mengalami rem blong, maka uji kirnya harus ditelusuri. Jangan jangan tidak pernah melakukan uji kir. Atau saat melakukan uji kir, tidak melalui prosedur yang semestinya,” ungkapnya

Ia meminta kepada kementerian perhubungan agar menertibkan kembali perusahaan bus pariwisata. Karenanya dalam waktu dekat, ia akan mengusulkan kepada pimpinan komisi V DPR RI untuk memanggil menteri perhubungan.

“Ini kan juga sudah hampir Ramadhan dan akan lebaran. Kendaraan yang bepergian saat lebaran sangat banyak. Lebih banyak daripada saat long weekend seperti sekarang. Potensi kecelakaan juga lebih besar. Karenanya, kami komisi V akan melakukan evaluasi dan memanggil menteri perhubungan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Raya Puncak, Kampung Ciloto, Cianjur, Minggu, 30 April 2017 pagi, diduga lantaran bus pariwisata bernomor polisi B 7057 BGA dari Jakarta menuju Cianjur mengalami rem blong.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Minggu 30 April 2017 memaparkan bahwa saat kejadian sedang terjadi kemacetan di lokasi, akibatnya bus tersebut menabrak beberapa kendaraan yang berada dibelakangnya.

Beberapa kendaraan yang tertabrak ialah mobil Avanza warna silver dengan nomor polisi B 1087 BIO, mobil Rush Putih dengan nomor polisi B 1672 PYW, mobil Avanza silver dengan nomor polisi B 1608 BKV, sepeda motor Satria biru dengan nomor polisi B 6917 BHK sepeda motor Mio merah dengan nomor polisi B 4503 BBI, sepeda motor Vario merah dengan nomor polisi B3370BQG, sepeda motor Vario merah dengan nomor polisi B 4503 BBI, serta satu unit angkot jurusan Cipanas-Puncak.

Dari informasi yang dihimpun hingga pukul 14.13 WIB korban tewas akibat kecelakaan bertambah menjadi 12 orang dan 20 orang mengalami luka. Sebelumnya, hanya 8 orang yang disebut tewas di lokasi akibat kejadian tersebut.

Share This: