Pelaku Bom Kampung Melayu Jaringan ISIS?

_

Revolusi berdarah yang dijalankan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), tidak hanya berlangsung di Irak dan Suriah — kedua negara Timur Tengah yang berdekatan — tetapi mulai menyebar hampir ke seluruh dunia. Beberapa kali terjadinya bom bunuh diri maupun tindakan brutal lainnya yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang tak berdosa, banyak yang dilakukan oleh simpatisan atau anggota ISIS. Terakhir dalam peledakan bom di Kota Manchester usai konser penyanyi Ariana Grande, ISIS mengaku berada di belakang peledakan yang menewaskan puluhan nyawa anak muda di sana.

ISIS juga sudah masuk ke Indonesia. Pihak Kepolisian menyebut, pelaku bom bunuh diri di Terminal Bus Kampung Melayu disinyalir dilakukan oleh jaringan ISIS.

“Kalau ditanya jaringan ISIS ya kemungkinan besar mereka ada hubungan. Tetapi masih tetap kita dalami, karena ini jaringan internasional. Dalam artian, seperti yang disampaikan beliau bahwasanya teror global itu mereka dimungkinkan ada hubungannya ke sana,”kata Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Awi Setiyono, di Gedung Mabes Polri Jakarta, Kamis (25/5/2017).

Menurutnya, hingga kini kepolisian terus melalukan pengembangan kasus untuk, mengklarifikasi lebih lanjut terkait dengan pelaku teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Awi meminta untuk dapat memberikan kesempatan penyidik untuk menkonstruksikan kejadian.

“Karena konstruksi semua Inafis, labfor, DVI merekonstruksi kan bodypartnya, mencari, mengidentifikasi siapa ini Mr.X.  Barang bukti yang ditemukan di TKP leh tim olahTKP akan dikroscek oleh tim penyidik. Penyidik di lapangan juga demikian, mengembangkan dimana ini, siapa keluarganya, termasuk cari data baik ante morphen maupun post mortem, yang kemungkinan ini pelaku,” bebernya.

Awi menjelaskan, peristiwa bom yang terjadi tadi malam memiliki kemiripan dengan teror bom yang ada di Bandung beberapa waktu lalu.

“Dari jenis bomnya mirip bom di Bandung. Cuma ini termasuk ya mungkin lebih sempurna dibanding dengan kemarin yang di Bandung yang belum meledak,” paparnya.

Mengenai kejadian bom yang belakangan ini menyasar anggota kepolisian, Awi pun menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengamanan yang lebih ketat lagi baik di mako, maupun personil anggota dengan body system.

“Dalam beberapa kesempatan Pak Kapolri sudah menyampaikan, polisi agar waspada. Lakukan body system dalam pengamanan. Kita sudah sampaikan, kembali lagi kita sampaikan bahwa kita tidak tahu kapan  terjadi dengan ledakan bom bunuh diri itu yang terjadi. Ancamannya nyata tapi kita tidak tahu kapan terjadinya,” ungkapnya.

 

Share This: