Peluncuran Photo Book “Underwater Maumere” di Plaza Senayan.

_

 

Buku Foto “Underwater Maumere” resmi diluncurkan pada (14/12) bertempat di Toko Buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Acara ini juga dihadiri oleh Drs. Yoseph Ansar Rera selaku Bupati Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Peluncuran Buku Cofee Table Book Underwater Maumere dalam bahasa Inggris merupakan hasil para forografer yang berpartisipasi dalam Kegiatan Kompetisi Fotografi Bawah Laut Internasional FESTIVAL TELUK MAUMERE 2016 pada 17-21 Agustus 2016 yang lalu dan memuat hasil foto bawah laut dari 39 orang pertama dari peserta baik lokal maupun luar negeri, yang terdiri dari pasar Amerika & Eropa sebanyak 5 fotografer, pasar Asia Pasifik sebanyak 3 fotografer, pasar Asia Tenggara sebanyak 8 fotografer, pasar Nusantara sebanyak 14 fotografer ditambah foto-foto dari juri, contributor dan panitia yaitu : Hendra Tan, Jilmi Astina, Arief Yudo Wibowo, Niels Prinssen dan lainnya. Buku ini juga menampilkan foto pemenang Lomba Foto Rally Konservasi Bahari Maumere yang diikuti oleh banyak fotografer dari Maumere sendiri yaitu seperti Tribuana Wetangterah dan Valentino Luis dan peserta dari Palu yaitu Slamet Riyadi.

Teluk Maumere di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur sejak dulu telah dikenal sebagai titik selam tertua di Flores yang menjadi tujuan wisata selam dunia. Setelah kejadian tsunami 1992 yang melanda Maumere, ada salah satu titik selam yang menjadi atraksi utama tujuan wisata, yang mungkin satu-satunya di Indonesia, bekas patahan tsunami di kedalaman 10-16 meter yang kini ditumbuhi koral.

“Supaya tidak lupa, sekarang dibangun Tugu tsunami untuk mengingatkan gempa tahun 2012. Gempa yang menghilangkan 2000 lebih warga yang meninggal, banyak rumah hancur, dan terutama di dekat pusat pulau babi yg paling indah termasuk goa – goa baru dan palungan baru akibat gempa,” Ungkap Drs. Yoseph Ansar Rera selaku Bupati Sikka.

Buku pertama yang merangkum keindahan foto bawah laut hasil kompetisi di Maumere yang patut menjadi koleksi buku foto wisata bawah laut di Indonesia. Mengacu pada buku ilmiah identifikasi foto ikan ‘Indonesian Reef Fishes’ karya Rudie H Kuiter & Takamasa Tonozuka yang diterbitkan tahun 2001, sebagian besar foto biodatanya diambil di lokasi penyelaman Maumere.

Konsep dan ide pengembangban hasil dari kompetisi yang merupakan ide dari pasangan penyelam Jilmi Astina Anif dan Arief Yudo Wibowo yang menerbitkan buku bertema foto bawah laut dan kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Dalam “Underwater Maumere” juga ditampilkan pesona keindahan Maumere dari landscape wisata alam hingga tujuan wisata budaya dan religi yang dimilikinya. Maumere begitu memukau dan menyimpan beragam eksotisme yang alami, foto keindahan alam bawah lautnya seakan-akan mengajak kita untuk mengunjungi Maumere yang pernah begitu terkenal di tahun 70-an. Namun setelah musibah gempa 1992, tidak banyak usaha wisata selam yang mampu bertahan dari usaha wisata selam di Maumere. Saat ini keindahan bawah laut lambat laun kembali pulih dan menarik untuk dikunjungi. Diharapkan dengan diluncurkannya buku “Underwater Maumere”, wisatawan dalam negeri dan luar negeri akan tertarik untuk berkunjung ke Maumere Kabupaten Sikka.

 

Share This: