Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Terus Dikebut

_

Impian Indonesia untuk menjadi tuan rumah balap motor besar atau MotoGP, nampaknya bakal terwujud pada tahun 2021 mendatang.

Dorna Sports selaku promotor MotoGP telah memasukan Mandalika dalam kalender MotoGP 2021. Hal itu terlihat dalam Provisional Calendar 2021 yang secara resmi diumumkan pada Jumat (6/11/2020).

Sementara itu, pembangunan sirkuit seluas 120 hektar yang dimulai pada Januari 2020 terus dikebut.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Mohamad Faozal mengatakan, secara fisik pembangunan Mandalika Sircuit sudah mencapai 40 – 50 persen.

“Semua jalur sudah dikerjakan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dikerjakan terus siang malam agar bisa rampung sebelum Maret 2021,” kata Faozan
kepada beberapa anggota Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatid (Forwarparekraf) di rumah makan Langko, Lombok, Senin (7/11/2020).

Taufik Hidayat (kiri) dan Lalu Mohammad Faozan (kanan).

Menurut Lalu, jika pemerintah bisa meyakinkan pandemi corona selesai tahun depan, maka Mandalika akan ramai dikunjungi oleh tamu-tamu asing, baik peserta MotoGP maupun penonton.

Namun bila pandemi berlanjut, <maka event ini akan sama dengan event-event lain, tanpa penonton.

Jumlah penonton yang bisa menyaksikan langsung balap MotoGP di Mandalika akan mencapai 150 ribu orang, sesuai dengan venue yang ada.

Yang dilakukan oleh pemerintah, jelas Lalu, saat ini adalah berkonsentrasi dalam  penyelesaian race dan venue. Setelah itu sambil berjalan, promosi disiapkan.

“Untuk promosi ini kan Dorna kan sudah profesional sekali. Setelah itu kita maping pasarnya. Setelah kita maping maka ketemu lah pasarnya,” tegas Lalu.

Pasar terbesar Mandalika adalah Australia. Buat orang Perth, Darwin termasuk  Australia Timur, lebih murah kalau datang ke Lombok daripada ke Gold Coast.

Untuk Asia pasarnya dimulai dari Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei dan Filipina.

“Pasar kita selanjutnya, karena banyak dari Eropa seperti Spanyol, Perancis, Inggris pasti akan datanglah ke sini,” tambahnya.

Kepala Subdirektorat Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Taufik Nurhidayat, mengungkapkan, Kemenparekraf terus berupaya mempromosikan event ini naik ke tingkat international, dan dijadikan kegiatan MotoGP sebagai  Calender Of Event nasional, yang bisa mengangkat pergerakan kunjungan wisatawan maupun meningkatkan ekonomi di NTB.

Taufik berharap akan terjadi sinergi antara destinasi wisata unggulan di pulau-pulau lain yang dekat dengan Lombok, seperti Labuan Bajo dan Bali, dengan Mandalika.

“Semuanya harus saling mendukung. Oleh karena itu harus disiapkan paket Bali, Mandalika, Labuanbajo,” kata Taufik.  “Saya teringat kata almarhum Joop Ave (Menteri Pariwisata era Orde Baru – Red.), Kissnya itu harus diperkuat: koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi.”

Kemalsyah Nasution (kanan) dan Irawan dari Mandalika SAG Racing Tim. 

Sementara itu Tim MotoGP Indonesia Mandalika SAG yang akan menjadi tim tuan rumah yang akan turun di event tahun 2021 menyatakan siap mendukung pemerintah dalam mensukseskan pariwisata Mandalika.

“Tujuan kita mendirikan tim moto GP adalah untuk membantu pemerintah, untuk membantu pariwisata Lombok. Makanya kita tidak pakai nama Indonesia, karena nama Indonesia sudah besar. Kita diskusi panjang, akhirnya memutuskan memakai nama Mandalika,” kata Kemalsyah Nasution dari Tim Mandalika SAG.

Share This: