Pembeda Batik Bogor dengan Motif Batik Lainya

Proses Pembuatan Batik Bogor (Foto By : Reza Hardiyani)
_

Setelah melalui penelitian dengan negara-negara seperti Malaysia, Filiphina Thailand, dan Asia. Batik ditetapkan sebagai kain khas budaya Indonesia dan sudah diakui UNESCO sebagai pewaris budaya Indonesia.

Untuk yang sangat penting diketahui oleh masyarakat, proses membatik yang ditetapkan UNESCO adalah melalui 3 tahapan. Pada dasarnya untuk Batik Bogor Traidisiku sendiri sama halnya dengan batik yang berada di nusantara dalam hal pengerjaan membatiknya. Proses pembuatan batik pertama adalah proses desain, untuk desain itu dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, untuk batik tulis memakai tulis tangan, ada juga yang menggunakan cap. Tentunya, Proses membatik dengan tulis dibutuhkan ketekunan dan ketelitian yang lebih dibandingkan dengan menggunakan teknik cap. Setelah proses pertama dilewati dilanjutkan proses ke dua yaitu penulisan dengan canting, menggunakan malam.

Setelah proses dengan canting lalu masuk ke pewarnaan, kalo kita hanya mengacu pada batik satu warna, satu kali warna itu sudah bisa dianggap batik, namun juga bisa ditambah warna beberapa sesuai keinginan dengan menggunakan proses yang lebih panjang, serta untuk proses pewarnaan dilakukan dengan penecelupan.
Jika ke tiga unsur itu tidak terpenuhi dalam proses pembuatanya, maka dapat disimpulkan itu adalah tekstil bermotif batik (printing) dan bukan kerajinan batik, “itu tekstil tidak memenuhi unsur batik, proses membatik harus melalui 3 tahapan tersebut” ungkap Siswaya.

“Lalu direbus untuk melepaskan lilin-lilin yang menempel dikain, itu sudah jadi batik. Ada proses selanjutnya dikeringkan dulu, terus ada proses menembok lalu menutup dengan motif-motfi warna” Penjelasan dari Siswaya. Warna yang digunakan pada awal adalah warna-warna soft.

Pembeda Batik Bogor dengan Batik Lain

Proses untuk membedakan batik Bogor dengan batik lainya Siswaya tempuh dengan mengumpulkan para seniman, budayawan, akademisi tokoh masayarakat, dan pemerintah Kota Bogor untuk membicarakan usaha batik Bogor-nya. Dengan meminta pendapat apa yang memberi warna dan ciri-ciri khas dari Kota Bogor. Dari hasil pertemuan tersebut muncul beberapa motif yang bisa menjadi acuan dalam mengembangkan Batik Bogor ini, seperti motif kujang, motif kijang, motif hujan, motif teratai, motif kebun raya, motif bunga bangkai, motif prasasti batutulis, motif istana bogor, motif gunung salak dan motif lainya yang dijadikan sebagai ciri khas kota bogor. Untuk warna batik sendiri memiliki ciri khas yang membedakan dari warna lainya, jika dilihat batik yogya lebih kuat dengan warna cokelat tua, untuk warna batik bogor yaitu mengarah kepada biru keunguan, hal itu disampaikan para budayawan dan seniman karena istri prabu siliwangi adalah penggemar warna ungu. Sehubungan dengan warna, variasi warna lain juga dapat ditemui di batik bogor seperti motif batik hujan yang memakai warna hijau sebagai penanda asrinya kota bogor.

Share This: