Pemerintah Harus Lebih Komperhensif Menangani Gas

_

(11 Desember 2016), Diskusi “Energi Kita” dengan narasumber Muhammad Kyaham Direktur Industri Kimia, Kemenperin Kurtubi, Komisi VII DPR RI Achmad Wijaya, Kadin Komaidi Notonegoro Direktur Eksekutif ReforMiner di halaman Hall Dewan pers membahas tentang Gas murah dan dampak bagi pereknomian negara.

Direktur Eksekutif ReforMiner Komaidi Notonegoro mengungkapkan bahwa gas selain sebagai bahan baku juga sebagai bahan energi. “Gas sebagai bahan baku sudah terealisasi, namun sebagai sumber energi masih dalam tahapan”. Pendapatan negara melalui gas mungkin berkurang tapi bisa di minimalisir. “Penurunan harga gas merupakan salah satu upaya peningkatan dalam menurunkan produksi industri” ungkapnya. Namun, dirinya melihat kisaran yang dicanangkan tidak sesuai dengan harapan pelaku industri dan juga Presiden.

Pemerintah perlu memperhatikan di sektor hulu. Jika terlalu murah juga industri hulu migas bisa tidak berkembang, apalagi di sektor minyak dan gas saat ini menurun. Apalgi, masalah saat ini sulitnya niat dan minat di instasi di sektor minyak dan gas yang menurun. “Selain itu juga perizinan, ditambah harga yang tidak sesuai bisa berdampak banyak yang hengkang” ungkapnya. Mengenai itu, Keputusan Permen 40 tahun 2016 bisa menjadi penengah atas keinginan pihak yang terkait ungkap Komaidi. Sebelum 1 januari kalo bisa diminggu terakhir ini sudah selesai, dan harga baru.

Selain itu, Komaidi mengatakan penetapan harga gas juga mempertimbangkan iklim investasi. Mengingat di tengah kondisi pelemahan ekonomi saat ini minat investasi di bidang minyak dan migas menurun secara signifikan.

 

Share This: