Pemprov Sulut Akan Lunasi Kewajibannya Terkait FFI 2017

Kiri-kanan: Ketua Panpel FFI 2017 Leni Lolang, Gubernur Sulut Olly Dodokambey, dan Sekjen Kemdikbud Didi Suhardi ketika membuka acara puncak FFI 2017. (Foto: HW)
_

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) berjanji akan melunasi kewajibannya membayar lumpsum semua anggota rombongan dari Jakarta, yang menghadiri Acara Puncak FFI 2017 di Manado.

Janji itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, Dr. Drh Fredrik Rotinsulu kepada balaikita, Selasa (5/11/2017) malam. Menurutnya proses administratif sedang dilakukan, paling lambat tanggal 15 Desember 2017 sudah dibayarkan.

“Semoga sebelum tanggal 15 sudah terkirim semua, empat ratus personil,” kata dokter hewan alumni IPB tahun 1983 itu.

Fredrik menjelaskan, sistem pembayaran oleh pemerintah saat ini non tunai. Oleh karena itu pihaknya mengajukan nama-nama yang berhak untuk mendapatkan pembayaran, sesuai Surat Kolektif dari Pusbang Perfilman.

“Kami mengajukan ke Badan Pengelola Keuangan Sulut, nama-nama, nomor rekening dan bank cabang di mana rekening tersebut (dibuka). Dananya masuk ke Bank Sulutgo lalu ditransfer ke nama-nama sesuai Surat Kolektif Perfilman,” tambah Fredrik.

Persoalan lumpsum rombongan Jakarta yang menghadiri puncak acara FFI di Manado, 11 November lalu, sempat ramai diributkan. Sesuai kebiasaan, uang lumpsum biasanya diberikan ketika orang yang berhak menerimanya masih berada di tempat acara.

Menurut Ketua Panpel FFI 2017 Leni Lolang, dirinya merasa bertanggungjawab kepada semua anggota rombongan, karena itu ia pernah menanyakan langsung ke Penanggungjawab di Manado, tetapi mendapat jawaban kurang enak.

“Lho ini hak orang. Kan sudah dianggarkan! Wajar dong kalau saya tanya. Apalagi banyak yang menanyakan kepada saya,” kata Leni kepada balaikita.

Ketua BPI Ir. Chand Parwez Servia mengaku pernah mendapat info bahwa uang lumpsum itu ada, tetapi Parwez juga heran uang itu belum dibayarkan sampai saat ini.

“Sesuai ketentuan anggaran, uang itu harus dibayar sebelum tanggal 15 Desember ini. Kalau tidak, harus dikembalikan kepada negara,” kata Parwez kepada balaikita melalui telepon.

Selain keterlambatan uang lumpsum, masalah lain yang ramai diperbincangkan adalah tentang honor Panitia FFI 2017 yang “fantastis”. Ketua Leni Lolang berseloroh mengatakan gaji pembantu rumahtangganya jauh lebih besar.

“Tapi kita tidak pernah ribut soal honor. Buat saya dan teman-teman, FFI sudah berjalan mulus aja kita udah bersyukur,” kata Leni.

Menurut Ir. Chand Parwez, soal honor Panitia FFI memang tidak ada dalam mata anggaran penyelenggaraan FFI 2017 ini.

“Kan sejak awal sudah saya katakan, memang tidak ada anggaran honor panitia. Tapi kita, terutama teman-teman di FFI bekerja saja dengan semangat. Semoga orang-orang di luar sana tahu betapa kita semua rela bekerja tanpa memikirkan imbalan,” kata Parwez.

Share This: