Pemudik Mulai Penuhi Stasiun Kereta Api, Terminal dan Pelabuhan

_

Para pemudik yang akan merayakan lebaran di kampung mulai memadati tempat-tempat pemberangkatan seperti stasiun kereta api, terminal dan pelabuhan.

Pantauan balaikita di Stasiun Pasar Senen Jakarta, Rabu siang hingga sore (21/6/2017), para pemudik yang akan menggunakan kereta api mulai berdatangan. Ada yang langsung masuk ke stasiun karena jadwal keberangkatan kereta api yang mereka gunakan sudah tiba.

Namun sebagian calon pemudik terlihat duduk-duduk di halaman depan stasiun dekat pintu masuk, dan tidak sedikit pula yang duduk di pinggir koridor dekat minimarket atau kios-kios yang ada di area stasiun, menunggu jadwal keberangkatan kereta untuk stasiun tujuan.

Sebanyak 338.795 penumpang telah diseberangkan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni sejak H-10 hingga hari ini. Angka ini berarti terdapat kenaikan sekitar 0,02 persen dibandingkan arus mudik tahun lalu sebesar 338.713 orang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari PT ASDP Fery Indonesia Cabang Merak, sejak H-10 hingga saat ini, kendaraan roda dua yang telah diseberangkan sebanyak 15.587 unit atau turun 37,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 24.914 unit.

Sedangkan kendaraan roda empat berjumlah 32.567 atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 33.153 unit. Kendaraan besar seperti truk dan bus yang menyeberang tahun ini sebanyak 48.047 unit atau naik 3,6 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 46.392 unit.

Sementara jumlah pemudik yang diseberangkan pada Selasa malam, 20 Juni 2017 hingga Rabu pagi, yaitu 84.239 orang atau turun 32,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 125.003 orang.

Demikian pula kendaraan roda dua yang melintas malam tadi berjumlah 5.467 unit atau turun 63,6 persen dibandingkan tahun lalu 15.033 unit, roda empat sebanyak 9.945 unit atau turun 14,5 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 11.638 unit, bus 448 unit atau turun 16,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 535 unit, truk 1.173 unit atau naik 70,2 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 689 unit.

Sementara, kapal roll on-roll off yang dioperasikan sebanyak 32 buah dan melakukan 128 perjalanan atau naik 25 dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 102 trip.

Dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta, tercatat 39.693 penumpang  yang telah mudik hingga 19 Juni 2017.

“Penumpang berangkat sudah 39.693 dari H-10 hingga H- 6,” ungkap Kepala Terminal Kp. Rambutan, Emeral August kepada balaikita saat dikonfirmasi, Selasa (20/6/2017).

Tahun ini terdapat 600 hingga 700 armada bus untuk melayani pemudik yang akan merayakan Idul Fitri di kampunh. Selain itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan bus cadangan bilamana jumlah pemudik melonjak tajam. Armada cadangan itu adalah bus kota dan pariwisata. Sebanyak 40 bus dinyatakan tidak laik jalan dari 45 bus yang hari ini disediakan untuk pemudik.

“Tidak laik jalan karena hal-hal kecil seperti tidak ada kotak obat, palu pemecah kaca dan lampu mundur mati,” tukasnya.

Hasil teleconference dengan petugas posko mudik di beberapa daerah diketahui, hingga H-5 lebaran belum terjadi peningkatan pemudik yang signifikan di daerah Jawa.

“H-5 belum terjadi kenaikan arus mudik signifikan baik di moda darat, laut maupun udara. Bahkan moda laut dan udara terjadi penurunan dibanding H-5 tahun sebelumnya. Tapi kumulatif H-10 sampai H-5 terjadi peningkatan sekitar 4 persen dibanding hari biasa,” ungkap Kepala Harian Posko Lebaran Kementerian Perhubungan, Nelson Barus di Posko Mudik Kementerian Perhubungan, Selasa Malam (20/6/2017).

Dijelaskannya, kejadian paling menonjol seperti kecelakaan belum ada meskipun ada sejumlah kecelakaan, truk fuso menabrak minibus dan pejalan kaki ‎ dan angkot di Jalan Arteri Krincing Secang, Jawa Tengah dengan korbann 4 orang meninggal.

“Itu terjadi 13:53 WIB,” paparnya.

Dirinya pun meminta agar masyarakat harus lebih cerdas dalam memilih sarana transportasi mengingat puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada H-3 hingga H-2 lebaran agar tidak terjadi ketidaknyamanan saat mudik, mengingat kemungkinan akan terjadinya desak-desakan antara penumpang.

Share This: