Pendukung Ahok Datangi Mako Brimob Kelapa Dua

Pendukung Ahok menunggu di depan Mako Brimob Kelapa Dua. (Foto: HW)
_
Foto: HW

Sejak Ahok dikabarkan dipindahkan ke tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, banyak pendukungnya yang mulai mendatangi Mako Brimob. Rabu (10/5/2017) mereka berdatangan dari berbagai wilayah di Jakarta, Depok, bahkan ada yang datang khusus dari Blitar, Jawa Timur.

Namun mereka tidak diperkenankan masuk ke Mako Brimob yang dijaga ketat oleh petugas bersenjata laras panjang. Beberapa petugas kepolisian juga bertugas di depan pintu gerbang, untuk menertibkan orang-orang yang datang, maupun lalu lalang kendaraan yang agak tersendat.

Foto: HW

Kapolsek Cimanggis Kompol Agung nampak sibuk mengatur lalu lintas bersama anak buahnya, dan sesekali mendekati pendukung Ahok yang mulai berorasi, dan meminta mereka menjaga ketenangan.

Selain pendukung Ahok, karangan bunga juga mulai berdatangan. Tetapi petugas kepolisian tidak mengijinkan mobil yang membawanya untuk menurunkan karangan bunga. Sopir yang membawa karangan bunga sempat kebingungan, terapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain melanjutkan perjalanan.

Mereka yang datang ke Mako Brimob untuk memberi dukungan moril kepada Ahok datang dari berabagai latar belakang profesi maupun usia, mulai anak-anak hingga orangtua.

“Kami akan terus datang ke tempat Ahok di tahan. Kami minta Ahok dibebaskan,” kata Joni, lelaki berusia sekitar 60 yang berasal dari Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Menurut Joni, jika hukum mengijinkan, dia bersedia masuk tahanan untuk menggantikan Ahok, karena mantan Gubernur DKI itu menurutnya adalah sosok yang sulit tergantikan. Banyak program-program Ahok yang dirasakannya sebagai warga DKI, mulai jaminan untuk kesehatan, beasiswa anak sekolah dan bantuan kesehatan untuk orang sakit.

Foto: HW

“Saya kira tidak ada orang seperti Ahok. Coba bayangkan, mana ada kiriman bunga sebanyak yang diterima Ahok. Bahkan ketika presiden dipilih saja tidak ada karangan bunga sebanyak itu. Itu kan tandanya orang cinta sama Ahok. Tentu ada alasannya mengapa orang cinta dengan Ahok,” kata Joni.

Jacob lelaki berusia 70-an mengaku datang dari perumahan Griya Gading Tanjung Priok. Meski pun fiisiknya sudah lemah, dia memaksakan diri datang ke Mako Brimob di Kelapa Dua Depok, untuk mendukung Ahok.

“Ahok itu luar biasa. Dia mampu memajukan Jakarta, memiliki keperduian kepada kebersihan dan kepada rakyat kecil. Dulu tidak ada gubernur Jakarta yang bisa menertibkan Kalijodo, ternyata dia bisa. Sekarang semua orang menikmati apa yang ada di Kalijodo,” kata Jacob.

Yati, isteri seorang anggota TNI AD mengaku sangat mengagumi sosok Ahok, sehingga ia tergerak untuk datang ke Mako Brimob. Diakuinya sebagai isteri anggota TNI seharusnya dia bersikap netral, tetapi menurutnya dia tidak bisa membohongi perasaan.

“Kita ini hidup di NKRI, kita harus menghargai setiap orang yang berbeda. Yang penting orang itu berguna atau tidak. Satu agama atau satu suku kalau tidak ada gunanya ya buat apa? Nah Ahok menurut saya sudah berbuat banyak di Jakarta ini,” kata Yati.

Dari antara pendukung Ahok ada tiga guru guru sekolah dasar dari Perguruan Advent Depok Timur. Mereka menyampakan lukisan kertas yang digambar oleh murid-muridnya. Lukisan di atas kertas yang karya muridnya menggambarkan dua sosok lelaki memakai baju kotak-kotak. Itu merupakan gambar Ahok dan Djarot, meski tidak persis.

“Anak-anak itu kan sering nonton tivi. Mereka melihat Ahok itu orang baik, kok dipenjara. Kalau yang dipenjara kan menurut mereka orang jahat. Mereka heran mengapa orang baik seperti Ahok dipenjara. Mereka lalu membuat gambar ini, lalu ingin menyerahkan kepada Ahok. Kami bisa bilang biar kami saja gurunya yang mewakili,” kata Monik, Ribka dan Vera, guru dari Perguruan Advent Depok Timur.

Salah seorang simpatisan Ahok yang datang ke Mako Brimob ternyata berasal dari Blitar, Jawa Timur. Lelaki gempal berjenggot itu datang menggunakan sepeda motor Honda Astra tahun 80-an, yang di atasnya diberi kap seperti helicak.

“Kemarin saya ke Cipinang. Karena tahu Ahok dibawa ke sini, makanya saya kemari,” kata Sumardi, atau yang menamakan dirinya Mbah Semar.

Mbah Semar mengaku datang dari Blitar sejak Sabtu malam, mengendari motornya lewat pantura. Lelaki yang mengaku kerabat dengan Gubernur DKI pengganti Ahok, Djarot Saiful Hidayat ini memang sudah lama merencanakan datang ke Jakarta untuk mendukung Ahok.

“Saya ini orang Islam ya. Menurut saya kesalahan Ahok itu kecil ya, kok sampai dihukum begitu. Lah di Indonesia ini memang aneh kok. Kalau saya ngambil sebutir telur hukumannya mesti lebih tinggi dari korupsi,” kata lelaki kelahiran tahun 1954 itu.

Malam ini pada pendukung Ahok itu rencananya akan berangkat ke Jakarta, untuk mengikuti happening art di Tugu Proklamasi Jakarta, dengan menyalakan lilin dan memanjatkan doa-doa untuk mendukung Ahok.

Ahok yang divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Jakarta Utara, sebelumnya sepat dibawa ke Rutan Kelas I Cipinang Jakarta. Namun pada tengah malam dia dipindahkan ke tahanan Brimob Kelapa Dua, Depok.

Menurut Menkumham Yaosna Laoly, pemindahan Ahok ke Mako Brimob adalah untuk menjaga keselamatannya, karena kondisi di Cipinang yang banyak dihuni narapidana bukan pendukung Ahok.

Di tahanan Mako Brimob Kelapa Dua ini tersangka kasus pajak Gayus Tambunan dan Firza Husein yang heboh karena chating seksnya dengan Habib Riziek, pernah ditahan.

 

Share This: