Pengacara: Tidak Ada Urgensi Menahan Ahok!

Tim Pengacara Ahok memberikan keterangan usai vonis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Ahok, dalam sidang di Aula Kementan, Pasar Minggu Jakarta, Selasa (9/5) - Foto": HW
_

Tim Kuasa Hukum Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan kecewa dengan putusan hakim terhadap kliennya. Menurut salah seorang anggota Tim Kuasa Hukum, Tommy Sihotang, Putusan Hakim kelihatannya hanya untuk membuktikan kesalahan

“Kenapa saya katakan begitu? Jaksa bilang melanggar Pasal 56, bapak itu (Hakim) bilang Pasal 56 A. Jaksa bilang putusan percobaan, tapi bapak itu bilang langsung masuk. Jadi apa yang harus saya katakan? Saya harus katakan di sini, majelis hakim sedang membuktikan kesalahannya Pak Ahok!” tandas Tommy.

Sebelumnya, kepada wartawan yang telah menunggu sejak pagi di Pintu Utara, Tommy Sihotang membenarkan Ahok telah divonis 2 tahun penjara. Dan sebagai konsekwensi dari vonis itu, kata Tommy, ada dua kemungkinan, Ahok bisa langsung ditahan atau menunggu putusan hukumnya berekuatan hukum tetap, jika Ahok mengajukan banding.

“Sekarang kami akan menemui beliau. Karena kami juga tidak tahu dia ke mana. Kami ingin minta tandatangan Pak Ahok untuk pengajuan banding,” kata Tommy.
Tommy menambahkan, putusan hakim kontradikif. Di satu sisi hakim menyatakan Ahok kooperatif , dan sopan jujur.

“Pertanyaannya untuk apa ditahan? Kami katakan ada politiking dalam kasus ini. Kami katakan seperti itu! Untuk apa ditahan Apa iya dia mau melarikan diri? Dia masih gubernur kok,” tandasnya.

Anggota Tim Kuasa Hukum lainnya, I Wayan Sudirta mengatakan tetap menghargai lembaga peradilan atas putusan tersebut, tetapi tikak menerima. Putusan itu menurutnya karena ada tekanan luar biasa sampai ke pengadilan.

“Kita kecewa dengan putusan itu, karena alat-alat bukti tidak sepaham dengan kita. Sekarang kami akan meminta tandatangan Pak Basuki, untuk menyatakan segera mengajukan banding, dalam kesempatan pertama,” kata Wayan Sudirta.

Menurut Sudirta Tim Kuasa Hukum sudah sepakat untuk menyatakan banding. Namun prosedur tetap harus diikuti, dan setelah itu baru akan menyerahkan memori banding.

“Ini harus kita rundingan. Tidak boleh dinyatakan sendiri-sendiri,” katanya.

Anggota Tim Kuasa Hukum Ahok, Trimulya suryadi menyatakan kecewa atas perintah pengadian Ahok harus ditahan.

“Kami kecewa berat sekali , dia kan kooperatif,”katana
Menurut Trimulya, pernyataan hakim agar Ahok langsung ditahan karena takut menghilangkan barang bukti, tidak beralasan.

“Barang bukti apaan? Wong sudah diserahkan semua kok. Bahkan ingat dulu tidak, begitu dia belum ada panggilan polisi dia minta untuk diperiksa, tapi ditolak oleh Mabes Polri. Ada tekanan publik agar Ahok ditahan, padahal urgensinya tidak ada,” kata pengacara senior itu.

Seperti diketahui, Ahok divonis hukuman 2 tahun penjara atas kasus dugaan penodaan agama. Vonis tersebut dibacakan oleh hakim dalam persidangan di Kementerian Pertanian, Ragunan, Selasa.

Perbuatan Ahok dinilai memenuhi unsur Pasal 156a KUHP. Vonis hakim ini lebih berat dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut Ahok dengan hukuman 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Share This: