Pengusaha Korea Minta Aparat Indonesia Selidiki Rekan Bisnisnya di Snowbay

Kim DJ (kiri), Kim Kyunggo dan salah satu rekan bisnisnya dari Korea. (Foto: Dok pribadi Kim Kyunggo)
_

Kim Kyunggo, seorang pengusaha asal Korea Selatan saat ini sedang resah, karena masa tinggalnya di Indonesia terancam berakhir setelah ia didepak dari perusahaan tempatnya bernaung. Jika perusahaan tersebut tidak lagi mensponsori dirinya, Kyunggo kemungkinan akan dideportasi, karena tidak memiliki alasan untuk tinggal lebih lama di Indonesia.

“Jadi kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan, saya dan keluarga saya harus meninggalkan Indonesia. Padahal ada permainan yang licik di sini. Saya jadi korban,” kata Kim Kyunggo bingung ketika bertemu di Epicentrum Kuningan, pekan lalu (25/1/2008).

Sejak tanggal 24 Desember 2017 Kyunggo telah diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur PT Arum Investmen. Dalam surat pemberhentian yang ditandatangani oleh Presiden Direktur PT Arum Investmen Indonesia, Kim Dae Jin disebutkan, alasan pemberhentian berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Arum Investmen Indonesia No.19 tanggal 19 Januari 2018 dan telah tercatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH. 01.03.0033178 tertanggal 24 Januari 2018.

“Saya sudah menghubungi pengacara akan menggugat keputusan itu, karena keputusan itu dibuat secara sepihak,” kata Kyunggo.

Narkoba

Kim Kyunggo menuturkan, pemecatan dirinya dari PT. Arum Investmen terjadi setelah rekan bisnisnya Kim DJ yang dulu menjabat sebagai Direktur Keuangan memecat dirinya. Pemecatan itu terjadi karena ia sering menegur Kim DJ yang kerap menghambur-hamburkan uang dan menggunakan narkoba.

“Dia suka mengkonsumsi narkoba dan pernah berurusan dengan polisi. Bersama beberapa teman saya dari Korea, dia pernah ditangkap polisi di Diskotik Golden Crown Jakarta, dan ditahan di Polda Metro Jaya selama tiga hari, tetapi kemudian dilepas,” tambah Kyunggo.

Ihwal penangkapan Kim DJ dari teman-temannya oleh polisi juga sudah ditulis oleh Majalah Tempo edisi 5 – 11 Februari 2017 media online Tempo.co, Senin (5/2/2017). Menurut Tempo, Kim dan lima orang temannya dari Korea telah ditangkap dan ditahan selama 5 hari di Polda Metro Jaya.

Kelimanya kemudian dibebaskan, karena menurut pihak kepolisian, berdasarkan hasil pemeriksaan lokas dan tes urine, keenamnya tidak terbukti menggunakan narkoba.

“Teman saya yang kini berada di Korea mengaku mereka memakai narkoba. Tapi dia tidak mau identitasnya disebut, karena hukuman di Korea untuk pemakai narkoba sangat berat,” jelas Kyunggo kepada balaikita.

Balaikita telah mengirimkan permintaan wawancara dengan Kim DJ pada tanggal 4 Januari 2017 melalui pesan WhatsApp. Tetapi sampai berita ini ditulis permintaan tersebut tidak direspon.

Anjing Kejepit

Menurut Kyunggo, keputusannya enam tahun lalu mengajak Kim DJ bekerja di Indonesia seperti menolong anjing kejepit, karena akhirnya dia dikhianti oleh sahabatnya itu.

Kyunggo menuturkan, Kim Dae Jin (Kim DJ) yang sekarang menjabat sebagai Presdir di PT Arum Investmen adalah sahabat dekatnya ketika masih di Korea. Dirinyalah yang menolong Kim DJ untuk bangkit kembali setelah terlibat kasus di tempatnya bekerja di sebuah bank di Korea, 6 tahun lalu.

Kyunggo, sudah 10 tahun tinggal di Indonesia mengelola wahana rekreasi Snowbay di TMII. Tahun 2011 ia mengajak Kim DJ yang baru dipecat oleh bank tempatnya bekerja ke Indonesia. Ie memberi jabatan sebagai Direktur Keuangan di perusahaan yang didirikannya di Indonesia, PT Arum Investment Indonesia (PT AII).

PT (AII) sendiri merupakan perusahaan patungan Korea – Indonesia. Karena dalam peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelum ada perubahan, setiap perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia harus menggandeng perusahaan local dengan kepemilikan saham sama besar 50:50 persen.

PT. AII sendiri pernah mengalami masalah pajak dan masuk pengadilan. Oleh pengadilan perusahaan ini diperintahkan untuk membayar tunggakan pajaknya dan dilakukan dengan mencicil.

Tahun 2017 Kyunggo pulang ke Korea karena ayahnya sakit parah. Ketika dia ke Korea, Kim DJ mengadakan rapat direksi. Dalam rapat Kim DJ naik menjadi Presdir dan Kyunggo menjadi Direktur.

“Alasan pertama penurunan jabatan saya adalah tentang pertanggungjawaban saya memberhentikan Mr. Moon. Mr. Moon sendiri ketika itu diberhentikan karena melakukan kolusi dan korupsi dengan kontraktor. Dan alasan kedua untuk menghandel pajak dan hutang-hutang.,” tutur Kyunggo.

Kim DJ bisa melakukan itu karena setelah ada peraturan BKPM yang baru, di mana saham perusahaan waterboom bisa dimiliki sepenuhnya oleh orang asing, dia membeli seluruh saham orang Indonesia, sehingga kini ia memiliki saham 50 persen, sama dengan saham perusahaan induk di Korea. Sedangkan Kyunggo hanya memiliki saham di perusahaan induk di Korea.

Setelah menjadi Presdir, Kim DJ justru memecat dirinya, dan mengancam akan memulangkan Kim Kyunggo ke Korea karena perusahaan tidak mau lagi mensponsori keberadaannya di Indonesia.

“Saya minta aparat di Indonesia menyelediki permainan Kim DJ di Indonesia, terutama soal permaianan pajak di masa lalu dan kebiasaannya menggunakan narkoba. Karena itu sangat mencoreng nama pengusaha Korea di Indonesia,” katanya.

 

Share This: