Penjualan Kujang Tembus Hingga Mancanegara

_

Mulai Tahun 2005, Usaha Pembuatan kujang mulailah di promosikan kepada masyarakat Bogor. Informasi dari mulut ke mulutpun terus menyebar hingga terdengar sampai jajaran pemerintahan. Mengetahui hal itu istri walikota ibu Fauziah Diani Budiarto yang saat itu dipimpin oleh Diani Budiarto pun langsung datang untuk melihat langsung proses pembuatan Kujang dan membeli kujang milik pak wahyu. Berkat hal tersebut, usaha ini sudah banyak yang mengetahui keberadaanya bahkan sering dijadikan sebagai souvenir acara.

Bukan hanya dalam Kota Bogor, Informasi usaha tradisional ini terdengar luas ke seluruh Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. “Penjualan sudah banyak dari luar bogor, dari luar jawa, dan sudah banyak juga pelancong warga negara lain yang datang untuk membeli” Ungkap Wahyu. Turis-turis mancagara pun sudah banyak yang berdatangan langsung ke outlet pak wahyu yang berlokasi di Jalan Parung Benteng RT 04/01 No 120 Kelurahan Katulampa, Bogor Timur. Turis yang pertama kali membeli adalah orang jepang yang melakukan penelitian budaya Indonesia. Lalu disusul oleh orang-orang Eropa, beberapa adalah mahasiswa hongaria yang berkuliah di Bogor ketika itu sedang melakukan riset, lalu ada dosen IPB dari Jerman, warga lainya seperti Hongaria, Belanda, Spanyol, Rusia dan Kazakstan. Bahkan, yang paling menggemberikan adalah kedatangan Duta Besar polandia yang datang langsung untuk melihat proses pembuatan dan membeli produk milik Pak Wahyu.

Bahan Baku dan Pemasaran
Untuk bahan baku produk ini seperti alumunium, kuningan, baja dan segala jenis logam bekas diambil dari lapak-lapak pengumpul besi tua lalu diolah oleh perajin di bengkel yang terletak di depan outletnya. Proses pembuatan bisa dilakukan satu hari ataupun selama satu minggu tergantung kesulitan dan pemesanan barang. Produk yang dijual dari outlet ini adalah berbagai macam jenis kujang mulai dari bros, pin, hiasan meja, hiasan dinding dan hiasan rak hingga Pusaka Kujang. Dimulai dari bros kujang dengan harga yang paling murah Rp 10.000 hingga Pusaka Kujang yang mencapai Rp 3.000.000.
Untuk satu hari bisa memproduksi 100 untuk Pin Kujang dengan omset perbulan minimal Rp 4.000.000 pada saat awal-awal kemunculanya, namun untuk saat ini bisa mencapai Rp 32.000.000.
Selama 10 tahun sudah 541 pusaka yang dibuat. Setiap kujang pusaka yang dibuat, akan diberikan piagam.”Karena pusaka memiliki arti bagi pemiliknya, setiap yang membeli akan diberikan nama dan tidak untuk diperjualbelikan”. Menggunakan pigam dan sertifiktat untuk orang yang ingin membuat pusaka, agar tidak diperjual belikan dan agar ingat karena setiap pusaka kujang diberi nama.

Sistem Pemasaran
Untuk pemasaran kujang masih hanya disekitar area outlet tidak menggunakan pemasaran online “pemasaran hanya dilakukan dirumah saja, justru orang-orang yang berdatangan kesini”. Ungkap wahyu. Ada juga informasi di facebook dan blog untuk informasi mengenai kujang, tetapi tidak untuk komersil hanya informasi mengenai adanya pembuatan kerajinan kujang.
Keunikan dan Khasnya akan budaya, membuat kerajinan kujang selalu aktif mengikuti pameran di JCC. “Sudah tujuh kali mengikuti pameran di JCC diajak PT Antam dan BRI” ujar wahyu. Melalui pameran di JCC semakin membuat prospek usaha ini bagus dan semakin terkenal keseluruh Indonesia. Selain itu, Sekitar bulan juni, menjelang ulangtahun bogor dan adanya pameran awal tahun di JCC membuat omset meningkat.

Share This: