Pepeng, Ternyata Pembuat Komik Sebelum Jadi Drummer Naif

Frangki Indrasmoro Sumbodo alias Pepeng, drummer grup musik Naif yang juga pembuat komik (Foto: HW)
_

Selama ini sosok lelaki berambut ikal berhidung mancung ini dikenal sebagai penggebuk drum (drumer) grup musik Naif. Ternyata ada talenta lain yang dimilikinya, yakni sebagai pembuat komik.

Salah satu komiknya berjudul Setan Jalanan diangkat ke dalam “film radio” oleh radio untuk anak-anak muda di Jakarta, Gen FM. Film radio dibuat sebanyak 10 episode dan mulai disiarkan tanggal 12 April 2017 pukul 09.30.

Franki Indrasmoro Sumbodo atau biasa dipanggil Pepeng ini bukan tidak punya dasar untuk menjadi komikus. Sejak kecil ia telah membuat komik. Karena itulah ketika kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ia memilih jurusan Disain Grafis. Ketika di IKJ itulah dia bertemu dengan David, Emil dan Jarwo. Keempatnya kemudian membentuk grup musik Naif.

“Main musik dijalanin sebagai profesi walau pun itu awalnya hanya hobi ketika masih sekolah. Ketika SMP dan SMA udah mulai ngeband. Terjun ke musik itu sebetulnya bukan sebuah kesengajaan. Hobi kok jadi karier. Kalau membuat komik itu sebenarnya memang sudah cita-cita. Dulu tidak pernah bercita-cita jadi musisi,” tutur Pepeng ketika ditemui di radio GEN 98’7 fm di Menara Imperium Kuningan, Jakarta, Rabu (13/2).

Kecintaannya terhadap komik sejak ia mengenal komik Tin Tin, kelas 2 SD. Dari situlah minatnya terhadap komik sangat kuat, sehingga ia bercita-cita suatu saat akan menjadi pembuat komik. Namun perjalanan hidup sulit diduga. Sejak bertemu David dan dua teman lainnya, lalu mebentuk Grup Naif, ia malah menjadi pemusik.

Namun demikian minatnya terhadap komik tak pernah pudar. Di luar bermusik ia juga mendirikan studio yang diberi nama Frankikomik , untuk mengerjakan proyek-proyek disain, termasuk pembuatan komik.

Sebelum Setan Jalanan dia pernah membuat cerita bergambar berjudul Bonbin Band, Kebon Binatang Band, tahun 2008. Inspirasi komik Naif terinspirasi dari lagu Naif di album kedua.  Bonbin Band memang karena keinginan Pepeng membuat lagu anak-anak.

“Karena waktu itu, sampai sekarang belum ada lagu anak-anak yang nonjok ya, jadi pingin nyoba aja. Itu representasi dari Naif versi binatang,” kata lelaki kelahiran Kudus 15 Januari 1976 ini.

Seiring dengan pembuatan buku itu, diterbitkan juga lagu-lagunya untuk anak-anak. Naif juga yang membuat. Terus tahun 2010 – 2013 bikin komik Petualangan Naif dan Mesin Waktu. Sejak itu mulai mendevelop Setan Jalanan.

“Saya pikir jangan terus berurusan dengan Naif lah akhirnya saya bikin Setan Jalanan,” ujar Pepeng.

Inspirasi Setan Jalanan itu menurutnya manivestasi keresahaan dari salah satu warga yang sering seliweran di Jakarta. Banyak ketidak perdulian di Jakarta ini.

Ketika disinggung apakah kisah Setan Jalanan yang ditulisnya terinspirasi dari novel Ali Topan Anak Jalanan karya Teguh Esha, Pepeng justru tidak pernah tahu ada novel itu.

“Saya tahunya Ali Topan Anak Jalanan itu dari film.Memang ada novelnya? Masih ada enggak ya cetakan barunya,” kata Pepeng serius, meski ia tahu nama Teguh Esha.

Jujur Pepeng tidak mengetahui ada novel Ali Topan Anak Jalanan, karena dia “hidup” di masa cerita Si Roy atau Imung tengah digemari.

Namun ia tak menampik ada inspirasi dari situ terhadap cerita Setan Jalanan yang dibuatnya.

“Tapi karena saya tidak kenal dengan karakter Ali Topan, saya lebih ambil motornya. Jadi sekarang anak naik motor sudah lebih sopan dari dulu. Dulu Ali Topan tidak pakai helm, sekarang kan pakai helm. Awalnya karakternya berambut gondrong, tapi kata editornya kita harus ngasih contoh, lalu pakai helm,” tutur Pepeng.

Membuat komik merupakan cita-cita, sedangkan bermusik adalah passion. Begitu menurut Pepeng. Kalau cita-cita, apapun yang terjadi dia tidak akan perduli. Sedangkan passion bisa berubah.

“Saya tidak perduli komik lagi turun atau apa, bikin komik bikin aja terus,” katanya.

Pepeng menyanggh kembalinya ke dunia komik karena dunia musik yang telah menjadi profesinya kini sedang surut. Menurut Naif masih manggung, dan saat ini sedang mempersiapkan album ketujuh.

“Saya berterima kasih sekali sama Tuhan, sama Naif yang sampai sekarang masih berkarya dan sekarang kita lagi bikin album ketujuh. Karena jujur saya enggak punya penghasilan lain selain bermusik. Naif itu untuk dapur supaya ngebul. Jadi bagaimana caranya harus bermusik terus,” tandas Pepeng yang bercita-cita ingin menghidupkan Frankkomik, ttudio miliknya.

Share This: