Perancang Muda Lombok dan Sumbawa Unjuk Kebolehan

_

Pulau Lombok di Nusatenggara Timur (NTT) selain memiliki keindahan alam dan tanah yang subur, ternyata memiliki bakat-bakat terpendam di bidang fashion (tata busana).

Bakat-bakat terpendam itu kemudian diasah di bebetapa sekolah kejuruan (SMK), khusunya yang memiliki jurusan tata busana. Sehingga banyak desainer muda yang lahir di Lombok. Beberapa di antaranya meraih prestasi internasional.

Untuk memunculkan kembali bakat-bakat terpendam yang ada di Lombok itulah, pada Senin (7/12/2020) malam, diadakanlomba dan  pagelaran busana, yang diberinama Accomodation Expo dan Tenun Festival Lombok Sumbawa 2020,  di Lombok Epicentrum Mall.

Acara yang diadakan oleh BPPD dan Dekranasda NNT yang didukung oleh Kemenparekraf ini dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Gubernur berharap kegiatan ini dapat menggairah kembali dunia pariwisata yang sedang lesu karena terdampak covid-19, meskipun angka penyebaran covid-19 di NTT, pulau Lombok khususnya, tidak terlalu tinggi.

Jelang liburan akhir tahun, wisatawan Nusantara tentu tengah menyiapkan destinasi liburannya. Namun akan memilih daerah tujuan wisata yang dirasa aman dan nyaman.

Untuk itu para pelaku wisata di Nusa Tenggara Barat diminta untuk siap menyambut wisatawan jelang tahun baru.

“ Jadikan momen ini sebagai waktu untuk pemulihan pariwisata NTB, siapkan diri dengan protokol Kesehatan di tempat masing-masing sehingga NTB bisa menawarkan wisata yang aman dan nyaman, “ kata Gubernur.

Kegiatan Accomodation Expo dan Tenun Festival Lombok Sumbawa 2020, yang berlangsung Senin malam cukup meriah. Masyatakat yang datang ke mal menyaksikan dengan antusias.

104 peserta dari berbagai kalangan ikut serta. Dari pengelola hotel dan resort, atraksi wisata, asosisi hingga UMKM pelaku kerajinan tangan dan desainer kain tenun. Yang paling menarik adalah peragaan busana karya para peserta yang dilombakan malam itu. Berbagai disain menarik perpaduan antara tenun lokal dan tekstil buatan pabrik, menjadi busana-busana indah yang menarik perhatian. Sebagian besar perancang busana yang ikut lomba adalah siswa beberapa SMK di Lombok.

Koordinator Pemasaran Regional 1 Area 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat mengatakan pandemi COVID-19 meluluhlantakkan sendi perekonomian negara. Pariwisata dan ekonomi kreatif adalah sektor yang paling terdampak.

Menurutnya sejak Januari 2020 sektor dan pariwisata Indonesia mengalami krisis, dan  sampai sekarang ini pandemi belum berakhir. Patiwisata adalah pergerakan orang. Sedangkan saat pandemi, orang takut melakukan perjalanan wisata, sehingga sektor pariwisata adalah sektor yang paling terdampak sekali.

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap mulai terjadi pergerakan. Kita mulai dari masyarakat di NTT dan sekitarnya khususnya di Lombok ini. Jadi yang penting adalah terjadi pergerakan dulu,” kata Taufik yang ditemui usai acara.

“DNA dari pariwisata itu dalam pergerakan dan perjalanan. Di era new normal ini pemerintah mulai membantu festival, kegiatan-kegiatan di daerah yang kaitannya adalah meningkatkan sektor ekonomi dari pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Taufik.

“Pelaku wisata di NTB siap menyambut wisatawan dengan harga harg amenarik serta siap menjalankan protokol Kesehatan yang memberikan keamanan dan kenyamanan para tamu, “ ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, Anita Ahmad.

Tak ketinggalan ketua  Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menyatakan pelaku umkm di Lombok dan Sumbawa siap menyajian berbagai kerajinan khas , terutama kain-kain tenun yang desainnya khas dan menarik.

Pada pembukaan kegiatan ini selain dihadiri oleh Taufik Nurhidayat, juga oleh Kepala Subdirektorat Pemasaran Pariwisata Regional 1 Area 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,   Kadispar Provinsi NTB Lalu Moh.Faozal, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, serta pada undangan lainnya.

Share This: