Jelang Kedatangan Raja Salman, Gedung DPR Terus Bebenah

_

Menjelang Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, Gedung DPR terus bebenah, dengan melakukan persiapan-persiapan.  Saat ini persiapan di Gedung DPR sudah mencapai 90%. Dalam kunjungannya ke Indonesia Raja Salman dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Ketua DPR RI Setya Novanto, di Gedung DPR pada 2 Maret 2017,

“Saya sudah mengecek semua persiapan untuk yang kedua kalinya. Hari ini sudah 90%, tinggal kita persiapan karpet-karpetnya, sound systemnya termasuk persiapan beliau (Raja Salman) duduk dimana,” ungkapnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/2/2017).

Lebih lanjut ia memaparkan,  pengecekan ini guna memberikan pelayanan terbaik untuk delegasi Kerajaan Arab Saudi tersebut.

“Supaya nyaman, enak, ini kita sudah persiapkan dari pintu utama, pintu jalan, sampai hal-hal yang menyangkut  keberadaannya di Indonesia. Karena ini parlemen, dan beliau ingin juga sejarah 47 tahun lalu seperti raja sebelumnya. Jadi kita hormati betul-betul, suasana kenyamanannya,” sambungnya.

Ia juga meminta semua anggota DPR RI untuk hadir dalam acara yang akan dihadiri oleh para ulama yang ada di Indonesia seperti dari PBNU, MUI, dan Muhammadiyah itu pada Kamis (2/3/2017). Imbauan itu penting karena anggota DPR mulai memasuki masa reses pada Jumat (24/2/2017) lalu.

“Jadi, meski acara tersebut diselenggarakan dalam masa reses, kami mengharapkan kehadiran semua anggota DPR RI,” katanya.

Seperti diketaahui, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 1 – 9 Maret mendatang.

Raja Salman terlebih dahulu akan melakukan kunjungan kenegaraan pada 1 – 3 Maret, dan kemudian dilanjutkan dengan beristirahat di Pulau Dewata, Bali, pada tanggal 4 – 9 Maret mendatang.

Menurut Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, DR Ir H Taufik Kurniawan MM, kedatangan Raja Arab ke Indonesia akan membahas beberapa hal.

Pertama, terkait perjanjian kerja sama investasi.  Arab Saudi mewacanakan nilai kerja sama yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Kedua, adalah kerja sama tenaga kerja. Kedatangan rombongan Raja Salman diharapkan menghasilkan hubungan simbiosis mutualisme bagi kedua negara di bidang tenaga kerja.

Beberapa persoalan TKI di Arab perlu mendapat sorotan. Khususnya pada aspek keamanan, peelindungan dan kesejahteraan.

Ketiga, membicarakan terkait penambahan kuota haji. Sebagai negara Muslim terbesar, animo masyarakat dalam menunaikan ibadah haji sangat tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Dimana Kuota haji yang sebelumnya mencapai 211.000 mulai tahun 2017. Pemerintah Arab Saudi menjanjikan kuota tambahan 10.000 menjadi 221.000. Bahkan bisa lebih dari itu.

Terakhir, kedatangan Raja Salman dapat dijadikan momentum untuk membicarakan peran Indonesia dan Arab Saudi dalam meredakan ketegangan konflik di negara-negara Muslim.

 

 

 

 

 

Share This: