Pertamina Minta Pendampingan KPK

_

Direktur Utama (Dirut), Pertamina, Elia Massa Manik Senin pagi mendatangi  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  untuk meminta pendampingan KPK terkait mega proyek yang akan dilakukan oleh Pertamina.

Pertamina meminta pendampingan dalam pelaksanaan megaproyek senilai Rp30 hingga 40 miliar dolar AS. Selain itu Manik juga membahas  program kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga.

“Jadi hari ini kita berbincang-bincang cukup lama 1,5jam lebih kita banyak bicara lebih ke apa-apa saja yang dilakukan di Pertamina dalam waktu ke depan,” ungkapnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurut Manik, pendampingan perlu dilakukan, karena dalam mengusung proyek itu, pihaknya harus bisa mendeliver secara on time. Apabila telat, kerugian yang dialami akan sangat besar. Dalam melakukan kerjasama itu pihaknya perlu melakukan akselerasi dan pengawalan dari sisi governance.

Sebagai Dirut baru, Manik mengatakan ingin menciptakan soliditas internal. Mulai mulai dari jajaran direksi hingga ke tingkat lainnya.

“Kita mulai dengan satu transparansi di antara direksi kita. Kita ingin semua direksi tahu, kalau ada masalah di hilir direktur di hulu tahu. Hanya dengan transparansi bisa terjadi soliditas.  Itu dasar team work yang baik,  tidak ada lagi curiga mencurigai. Di samping  ingin semuanya on time, kita juga harus membangun fundamental yang benar supaya pencapaiannya berkelanjutan,” paparnya.

Menanggapi keinginan Pertaminan, Pimpinan KPK, Agus Rahardjo menyatakan siap mendampingi, agar keberadaan Pertamina benar-benar menyejahterakan rakyat.

“Pendampingan kita ke banyak pihak. Kita bantu permasalahan di SDM, perkebunan tumpang tindihnya, kita bantu untuk menyelesaikan itu, agar integritas tetap terjaga,” ujarnya.

Share This: