Pertarungan Program Drama Antartelevisi Semakin Seru.

Kiri-kanan: Manoj Punjabi, Chaerul Tanjung dan Atik Sriwahyuni (Direktur Program Trans TV) ketika memberi keterangan di Jakarta, Kamis (16/3) - Foto: HW
_

 

Tayangan bermuatan drama seperti film dan sinetron, menjadi program yang dijadikan unggulan oleh beberapa stasiun televisi, karena program ini memang memiliki rating dan share penonton yang tinggi. Beberapa televisi swasta nasional bergantian berada di posisi puncak, karena mengandalkan program-program semacam ini.

Karena alasan itulah, Trans TV yang semula mengandalkan kekuatan in-house production dalam program-progamnya, kini mulai berganti arah. Jika sebelumnya televisi yang dimiliki oleh pengusaha Chaerul Tanjung ini banyak menayangkan program-program lifestyle dan film-film barat, kini mulai melirik tayangan drama dalam negeri berupa sinetron dan film animasi. Dan mitra yang dipilih Trans TV adalah MD Entertainment, rumah produksi yang banyak melahirkan sinetron, maupun film-film layar lebar seperti Surga Yang Tak Dirindukan, Habibie – Ainun, Ayat Ayat Cinta dan lain-lain melalui bendera MD Pictures.

Manoj Punjabi dan beberapa artis pendukung sinetron produksi MD Entertainment. (Foto: HW)

“Melihat perkembangan minat pemirsa televisi Indonesia, tahun ini Trans TV membuat suatu terobosan dengan memperkuat programnya melalui kerjasama dengan MD Entertainment. Kami melihat keberhasilan MD di beberapa program televisi, animasi dan film layar lebar, membuat kami optimis kerjasama ini akan menjadikan Trans TV sebagai televisi pilihan utama,” kata Chairil Tanjung (CT), Chariman CT Corp, di Ristorante de Valentino, MD Place, Jakarta, Kamis (16/3) sore.

Ke depan Trans, mulai 20 Maret 2017, Trans TV akan menghadirkan produk-produk MD Entertainement dalam rangakai program Sinetrans, FTV, Animasi, dan film layar lebar sebagai alternatif baru. Produksi MD Entertainment yang akan ditampilkan Trans TV adalah BMBP, Harapan Cinta, film animasi Adit Sopo Jarwo, dan puluhan judul FTV baru serta beberapa film layar lebar.

“Sinetron BNBP masuk jam 6, 2 episode sekaligus ditambah dengan Harapan Cinta. No iklan, kita jalan all out, kita jalan 2 hari. Di sana komitmen MD dan Trans. Dari segi production value yang kita lihat BMBP sangat tinggi. Sinetron Harapan Cinta saya puas sekali, karakternya dapat. Naturalnya dapet. Mudah-mudahan ini jadi terobosan kita yang luar biasa,” papar CEO MD Entertainemnt, Manoj Punjabi.

“Saya semangat sekali, merasa bersyukur ada tim solid, pemain yang percaya sama MD. Dan saya ketemu Pak CTdan tim saya bilang saya ada problem, saya mau delay. Dia bilang no way. Saya bilang kita mau delay dulu, kita memang rugi, tapi saya ingin yang terbaik untuk sinetron MD, kita tidak ada compromised. Sinetron kita terbukti di production value-nya ini tertinggi di MD yang pernah buat. Casting tiap jaman beda. Tapi di sini kita dapet paket yang beda, sangat tinggi value-nya. Ini komitmen MD untuk trans untuk televisi free to air supaya ada warna baru,” tambah Manoj.

Manoj berharap saya dengan produk perusahaannya yang menurutnya bagus bagus, bisa merubah industri televisi. Jika pilihan lebih banyak, pemirsa memiliki opsi (tontonan) dan otomatis bisa ada growth (pertumbuhan) yang sangat sehat.

MenurutCT, masuknya MD Entertainment akan menandai terjadinya perubahan arah di penayangan program-program di Trans TV, yang disebutnya Newa Transformation. Ia berharap baik MD maupun Trans akan eksis karena adanya kerjasama ini. MD, kata CT, bukan partnership biasa, karena partnership ini mempunyai satu uniqueness yang lain dari yang lain.

“Pak Manoj orang yang sangat ambisius; ambisius untuk maju, untuk menjadi pemenang, untuk menjadi juara. Selama ini dia tidak ada wadahnya, saya datang menyiapkan wadahnya,” tandas CT.

“Saya ini bukan penonton sinetron. Jadi kalau penonton sinetron biasanya pasti lihat begitu pindah channel. Tapi saya melihat dua program ini, Sopo Jarwo juga saya sudah lihat, FTV juga sudah lihat, dan memang menurut saya luar biasa dan berbeda dibandingkan yang lain,” tambah CT, berpromosi.

Masuknya MD ke Trans TV makin meramaikan persaingan antartelevisi swasta dalam menyodorkan tayangan-tayangan drama bagi pemirsa. Sebelumnya ANTV berkutat pada film-film / sinetron dari India yang sampai saat ini masih digemari oleh pemirsa di Indonesia. SCTV berusaha lebih total dalam menyajikan tayangan drama, baik film Indonesia maupun sinetron, terutama setelah mengakuisisi rumah produksi Sinemart.

Sebelumnya Sinemart memasok sinetron untuk RCTI, dan berhasil memikat pemirsa televisi melalui sinetron serial Tukang Bubur Naik Haji (TNBH)yang telah berhasil mencapai 2.170 episode lebih, kemudian sinetron Anak Jalanan dan Manusia Harimau.

Namun setelah Sinemart pindah ke SCTV, mulai Februari 2017, semua sinetron-sinetron yang digemari pemirsa itu berakhir. Di SCTV Sinemart membuat “duplikatnya” dengan membuat Orang Orang Kampung Dukuh (dengan setting Betawi seperti TNBH) dan Anak Langit (mirip dengan Anak Jalanan).

Sepeninggal Sinemart RCTI mulai mengandalkan rumah produksi yang berada di bawah satu atap dengan MNC Grup. Sinetron-sinetron yang diandalkan RCTI antara lain Salah Asuhan dan Tukang Ojek Pengkolan.

Selain ketiga televisi tersebut, Rajawali Televisi (RTV), sebuah tivi swasta yang masih muda juga mencoba bermain dalam program drama. Televisi ini menayangkan bebarapa sinetron serial seperti dalam program Mega Indonesia yang berisi beberapa sinetron seperti Panggung Sandiwara, Titip Rindu Buat Ayah dan lain-lain, maupun yang dikelompokan dalam tayangan Mega Klasik, yang di dalamnya terdapat sinetron Legenda Gunung Merapi dan lain-lain.

Share This: