Pertemuan Anggota PARFI Tangkal Isu Boikot Kongres

_

Puluhan anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Jum”at (7/3/2020) mengadakan pertemuan di sebuah rumah makan di kawasan Tanjung Priok Jakarta. Pertemuan itu tidak hanya dihadiri oleh anggota PARFI dari Jakarta, khususnya yang berdomisili di Tg. Priok, atau dikenal dengan sebutan PARFI Priok, tetapi juga ada anggota PARFI daerah, yakni dari Medan (Sumut) dan Jawa Tengah.

Kabar yang beredar sebelumnya, anggota PARFI yang berkumpul ini adalah anggota organisasi artis tersebut yang tidak setuju diadakan Kongres PARFI pada tanggal 10 Maret 2020 ini. Rencananya Kongres PARFI akan diadakan di Hotel Maharaja Jakarta.

Namun isu itu dibantah dengan tegas oleh Anton Andreas, anggota senior PARFI yang hadir dalam pertemuan.

“Kata siapa kita mau memboikot? Yang benar aja! Justru kehadiran kita di sini untuk mengajak teman–teman datang dalam kongres nanti, untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani. Kami juga tidak menyuruh mereka memilih calon tertentu. Kita tidak ada agenda dukung-mendukung,” papar Anton Andreas.

Pertemuan yang diberi nama “Ngopi Santai Bareng Bung DP” itu digagas oleh Djoddy Prasetio Widyawan, seorang pengusaha yang menjadi anggota PARFI. Dalam pertemuan itu Djoddy mengajak semua yang hadir untuk mensukseskan Kongres PARFI, tanggal 10 Maret mendatang.

“Parfi ini kan organisasi yang diakui oleh pemerintah. Makanya kita diberikan tempat oleh pemerintah di Gedung Pusat Perfilman Kuningan. Oleh karena itu saya minta teman-teman di sini untuk mensukseskan kongres Parfi, agar ke depan kita sama-sama memperjuangkan profesi kita melalui wadah yang benar,” kata Djoddy.

Djoddy sendiri awalnya mencalonkan diri menjadi bakal calon Ketua Umum Parfi, tetapi belakangan dia mundur, karena ingin PARFI dipimpin oleh orang–orang yang telah makan asam garam di dunia artis.

“Tapi bukan saya meninggalkan PARFI. Siapapun yang nanti terpilih, akan kami dukung. Kalau saya diminta membantu organisasi, akan saya bantu,” tegasnya.

Pengunduran diri Djoddy Prasetyo disayangkan oleh anggota PARFI “Priok”. Menurut tokoh PARFI Priok Daeng Herman, PARFI sebenarnya tidak perlu dipimpin oleh artis. Siapa pun yang cakap dalam memimpin, cakap dan memikiki kapasitas, boleh diberi kesempatan memimpin PARFI.

“Beliau orang yang cerdas, dan baik memimpin organisasi. Makanya ketika dia (Djoddy) mundur, kami anggota PARFI Priok, agak menyesalkan. Tetapi kalau menurut beliau itu yang terbaik, kita setuju saja,” kata Daeng Herman.

Ketua PARFI Cabang Medan, Hj. Anissa Aprinda Suksesty Tuadji, atau biasa dipanggil Anissa Queen, berharap Kongres PARFI akan menghasilkan kepengurusan yang mampu merekatkan kembali organisasi PARFI yang terpecah-pecah saat ini.

Anggota IWAPI Sumut ini adalah orang pertama yang mencalonkan diri sebagai Ketum PARFI, namun kemudian mundur, karena akan dilantik untuk organisasi lain di luar keartisan di Sumut.

“Jangan sampai nanti semua terganggu. Yang penting saya tetap mencintai PARFI, dan PARFI akan lebih baik lagi ke depan,” katanya.

Share This: