Perwakilan Amien Rais Sayangkan KPK Tidak Lakukan Konfirmasi

Drajat Wibowo tiba di Gedung KPK
_

Drajad Wibowo, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang mewakili Amien Rais, ke KPK menyayangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tidak melakukan klarifikasi terkait dengan transfer dana Rp,600 juta dari Soetrisno Bahir Foundation (SBF) kepada Amien di tahun 2007.

“Saya juga sampaikan kepada mas Febri bahwa yang menjadi persoalan adalah nama pak Amien ini disebut oleh KPK atau tim Jaksa KPK tanpa pernah beliau dimintai keterangan,” ungkap Drajad seusai menemui pihak KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Ia mengibaratkan kejadian yang menimpa Amien dengan profesi wartawan, dimana jika memberitakan seseorang harus terlebih dahulu mewawancarai dan melalukan konfirmasi terhadap narasumber, sebelum memuat informasi tersebut ke publik.

“Teman-teman misalkan yang diberitakan tidak terima kan diberikan hak jawab. Sebenarnya Pak Amien datang ke KPK itu adalah dalam rangka hak jawab. Jadi ini tidak pernah dimintai konfirmasi nama sudah disebut, lalu mau hak jawab kok tidak boleh. Sementara dampak kerusakannya besar sekali,” jelasnya.

Menurutnya, jika Jaksa KPK saat itu, meminta keterangan kepada Amien terkait dengan aliran dana yang diterimanya, nantinya berakibat muncul berita yang akan berbeda dan tidak akan menimbulkan keresahan seperti saat.

“Nah kalau misalkan waktu itu dicari, pasti akan tahu faktanya, ada transfer dari rekening itu ke rekening Pak Amien, tapi itu dalam konteks bantuan dari Mas Tris (Soetrisno Bachir) ke Pak Amien. Dan itu sudah terjadi sejak tahun 80-an dan sudah 20 tahun lebih. Kalau seandianya itu ada konfirmasi,  mungkin tidak ada begini,” tegasnya.

Dengan adanya kejadian ini, dirinya telah menyampaikan pengharapan kepada Juru Bicara KPK, Febri Diansyah terkait evaluasi di internal KPK.

“Jadi yang saya pribadi sampaikan itu, tolong dievaluasi secara internal apakah pihak jaksa sudah bertindak secara profesional sesuai dengan prosedur KPK. Dan kalau sudah apakah prosedur internal KPK memang sudah paling tepat, atau bisa diperbaiki. Karena kalau tidak dampaknya akan terjadi kerusakan yang lebih besar,” tukasnya.

Share This: