Pesawat Kargo Hilang Kontak di Papua

Pesawat C208 Grand Caravan milik Susi Air. Pesawat jenis ini yang hilang kontak di Papua. (Foto: 2bp.blogspot.com)
_

Alam Papua yang penuh perbukitan merupakan jalur transportasi yang sulit bagi pesawat udara. Pilot yang menerbangkan pesawat selain harus pandai, juga harus memahami kontur tanah di Papua yang berbukitan. Sering kali gunung-gunung di Papua menelan korban pesawat-pesawat yang melaluinya.

Sebua pesawat C208 Grand caravan jenis kargo yang dioperasikan oleh maskapai Spirit Avia Sentosa (SAS), dikabarkan telah hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Tanah Merah (WAKT) menuju Oksibil (WAJO), keduanya berada di Papua, Rabu (12/4/2017) siang ini.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso membenarkan adanya infomasi  tentang hal itu.

“Pesawat dengan registrasi PK-FSO tersebut berangkat dari Tanah Merah pukul 11.44 WIT (02.44 UTC) dan diperkirakan mendarat di Oksibil pada pukul 12.14 WIT (03.14 UTC).  Namun sampai saat ini, pesawat belum mendarat dan petugas ATC hilang kontak dengan pesawat yang dipiloti Capt. Rio Pasaribu tersebut,” ungkap Agus Santoso di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Lokasi koordinat yang dilaporkan, menurut Agus, adalah 04 48′ 47.7″ S 140 39′ 31.7″ E  yang berada pada jarak 5.8 kilometer Utara dari Oksibil. Pada saat kejadian, kondisi di Oksibil  berangin pelan dengan jarak pandang mencapai 8 nautical mille (Nm).

Pukul 12.40 WIT personel ATC WAJO (Oksibil) mendapat info dari Flight Following SAS di Jakarta yang menyampaikan bahwa PK-FSO menunjukkan signal SOS pada pelacak penerbangan di koordinat 04 48′ 47.7″ S 140 39′ 31.7″

Upaya pencarian informasi posisi pesawat PK-FSO dikoordinasikan antara personel ATC di Oksibil dan personel ATC di Tanah Merah namun tidak mendapatkan hasil.

Pukul 13.02 WIT pesawat SAS jenis DHC-6 PK-FSC yang berangkat dari Oksibil menuju ke Sentani, sempat melakukan pencarian di area koordinat tersebut pada ketinggian 8.500 ft, namun tidak dapat melihat ke bawah karena kondisi tertutup awan. Penerbangan ini  melaporkan tidak menerima signal ELT.

Pukul 13.33 WIT personel ATC di  Sentani meminta bantuan untuk melakukan pencarian di area koordinat yang dilaporkan kepada  Pesawat Trigana TGN255 yang dalam penerbangan rute Sentani – Oksibil Pesawat ini berangkat pukul 13.11 WIT  dan sampai di Oksibil pukul 13.58 WIT  namun tidak menemukan hasil.

Pada pukul 13.43 WIT pesawat AMA jenis PAC750 PK-RCE berangkat dari Oksibil untuk melakukan pencarian di area koordinat yang dilaporkan. Pesawat yang dipiloti Capt. Brian tersebut mendapat sinyal ELT dari pesawat PK-FSO pada pukul 12.28 WIT.

“Saat ini kami sedang melakukan proses pencarian. Saya perintahkan untuk setiap personil penerbangan di sekitar daerah tersebut untuk membantu pencarian dan memberikan segala  informasi yang diperlukan,” ujarnya.

 

Saat ini sedang dilakukan pencarian pesawat oleh Tim SAR dibantu dengan beberapa maskapai  seperti misalnya AMA dan Trigana Air serta dari SAS sendiri.

 

Share This: