Pesona Khazanah Ramadhan, Agar Wisatawan Betah di NTB

_

Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, dikenal dengan julikan Bumi Seribu Masjid. Julukan itu merupakan bentuk kekaguman atas banyaknya masjid yang terdapat di Pulau Lombok. Meski pun banyak juga penganut agama lain di sini, terutama Hindu Bali, Islam memiliki penganut mayoritas di sini.

Masyarakat Lombok merupakan penganut Islam yang taat. Selama Ramadhan, umat Islam, tua-muda memenuhi masjid. Menjelang taraweh umat berduyun-duyun menuju masjid, sehingga menunjukkan pemandangan menarik.

Melihat suasana Ramadan itu, sangat tepat jika Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah NTB membuat ajang  Pesona Khazanah Ramadhan.  Ajang ini diadakan untuk mengingatkan kembali masyarakat agar tetap aktif  melakukan kegiatan selama Ramadhan.

“Kegiatan ini mengingatkan masyarakat untuk  mengisi kegiatan sepanjang Ramadhan.  Kami ingin mengajak semua menyadari, Ramadhan justru energi yang sangat besar untuk melakukan berbagai kegiatan. Tidak hanya diam, tapi gerak, karena gerak itu berkah,” ujar  Gubernur NTB, Irfan Junaedi di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Ia menjelaskan,  selama Ramadhan terdapat 28 kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan semangat masyarakat. Wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia bisa merasakan atmosrif spiritual layaknya di Kota Suci Arab.

“Akan ada festival kuliner, seni budaya Islam, kegiatan seminar, pameran buku, kemudian ada yang spesial dimana tarawih, tahajud, tadarus di salah satu Masjid besar di sana yang dipimpin langsung Imam Besar dari Syiria, Lebanon, Libya, dan Mesir,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengutarakan, dengan adanya kegiatan menarik selama bulan Ramadhan di Lombok,  dapat memberikan suasana yang menyenangkan di sana.

“Kita buat suasana Ramadhan ini menyenangkan. Jadi kalau anak kecil senang bermain, beribadah dibuat menyenangkan.  kita harapkan itu akan lebih menyenangkan lagi kalau ada event seperti ini selama ramadhan,” katanya.

Menurut Menpar, jika Ramadhan di Lombok dapat menyenangkan orang se Indonesia dengan berbagai kegiatanya, akan berdampak pada keinginan wisatawan dunia datang ke Indonesia.

“Jadi dengar suara orang qiroah dan sebagainya, suasana tertentu seperti makan misalnya, nanti ada suasana Ramadhan yang membahagiakan. Memang kita belum punya model, Lombok jadi yang pertama,” tuturnya.

Kegiatan ini sendiri ditargetkan akan dapat menjaring wisatawan muslim dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusallam, serta wisatawan China bagian selatan dan Thailand bagiam selatan.

 

Share This: